Betulkah demikian??

Di saat anak pilek, mandi air hangat mungkin dapat memberikan rasa nyaman, lebih-lebih jika hidung sedang tersumbat, karena uap air hangat membantu mencairkan lendir di hidung sehingga lebih mudah dikeluarkan. Tetapi hal tersebut tidak menyembuhkan pileknya.

Mandi air hangat juga dapat menurunkan tekanan darah, maka setelah mandi jangan langsung masuk ke ruangan dingin, karena tekanan darah akan semakin turun dan dapat menyebabkan pusing.

Jika pilek disebabkan oleh virus, maka dalam beberapa hari pilek dapat sembuh sendiri. Jika pilek disebabkan oleh bakteri, maka harus diberi obat yang tepat.



 

Jika kita sedang pilek, lalu membersihkan hidung dan menyentuh benda-benda lain misalnya gagang pintu, trolley supermarket, atau apapun juga, maka benda-benda yang kita pegang dapat terkontaminasi oleh virus atau bakteri dari kita. Penularan juga dapat terjadi melalui udara lewat percikan di saat kita bersin atau bicara. Orang sekitar kita yang sedang memiliki daya tahan tubuh rendah dapat tertular oleh virus atau bakteri dari kita.

Nah, jadi konsumsi es krim dan minuman dingin bukan penyebab pilek.
Oleh karenanya, yuk kita jaga kebersihan diri, terutama kebersihan tangan kita.



Anak dengan perawakan pendek tidak hanya beresiko menjadi seorang dewasa yang bertubuh pendek, namun perlu diwaspadai kemungkinan adanya gangguan pada perkembangan otak, kemampuan kognitif (kecerdasan), serta adanya gangguan metabolisme tubuh lain yang menyertai.

Pertumbuhan tinggi dan berat badan merupakan indikator untuk menilai kesehatan, status nutrisi, dan latar belakang genetik seorang anak. Penyimpangan dari pertumbuhan dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan pada anak. Untuk memantau pertumbuhan anak kita dapat menggunakan kurva pertumbuhan yang telah disesuaikan menurut kelompok usia dan jenis kelamin anak.

Perawakan Pendek Merupakan suatu keadaan dimana tinggi badan seseorang dibawah ukuran normal sesuai umur dan jenis kelamin. Seseorang dikatakan berperawakan pendek bila tinggi badan dibawah 2 standard deviasi (SD) dari rata-rata populasi atau dibawah persentil 3 kurva pertumbuhan.

Dalam menangani kasus anak berperawakan pendek, kita harus berhati-hati dan menilai kasus secara individual. Hal ini disebabkan perawakan tinggi badan anak dapat dipengaruhi banyak faktor. 

Secara umum, kelompok anak berperawakan pendek dibedakan menjadi :

  1. Variasi Normal : Terjadi karena faktor keturunan, constitutional delay of growth and puberty, atau idiopatik (tidak diketahui penyebabnya).
  2. Gangguan Pertumbuhan Primer : Adanya riwayat pertumbuhan janin terhambat, kelainan pertumbuhan tulang atau kelainan kromosom.
  3. Gangguan Pertumbuhan Sekunder : Akibat malnutrisi atau penyakit kronis.
  4. Kelainan Hormonal : Dapat terjadi akibat kekurangan hormon pertumbuhan, kekurangan hormon tiroid, diabetes melitus atau kelebihan hormon kortikosteroid.

Deteksi dini pada kelainan pertumbuhan anak membutuhkan peran aktif dari orangtua. Kriteria awal untuk memeriksakan anak pendek,jika :

  1. Jika tinggi badan dibawah persentil 3 atau dibawah tinggi rata-rata populasi.
  2. Kecepatan tumbuh kurang dari 4 cm/tahun untuk anak usia 4-10 tahun.
  3. Perkiraan tinggi dewasa dibawah potensi tinggi genetik
  4. Kecepatan tumbuh melambat setelah umur 3 tahun menyilang garis persentil pada kurva tinggi badan.


dr. Wiranty Ramadhani
Konselor Laktasi

 

Dear Bunda,

Para ibu dan pemerhati ASI (Air Susu Ibu) di seluruh belahan dunia baru saja memperingati Pekan ASI Sedunia yang jatuh pada 1-7 Agustus 2019. Momen ini menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya ASI bagi bayi. Sebagaimana yang telah diketahui secara luas, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, dari zaman dahulu hingga sekarang. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, dan dilanjutkan pemberiannya hingga anak berusia 2 tahun.

Bagi para ibu bekerja yang tetap ingin memberikan ASI, tidak usah khawatir atau berkecil hati. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan untuk mendukung pemberian ASI pada ibu bekerja, seperti UU Kesehatan No.39/2009 pasal 128, UU Ketenagakerjaan No. 13/2009 pasal 83, Peraturan Pemerintah No 33/2012 tentang pemberian ASI Eksklusif dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah Air Susu Ibu.

Ibu bekerja dapat memerah ASI selama bekerja untuk dapat diberikan kepada bayi melalui media cangkir atau cupfeeder. Sepulang dari bekerja ibu dapat melanjutkan dengan menyusui bayi secara langsung pada payudara (direct breastfeeding).

Berikut ini merupakan rekomendasi peyimpanan ASI perah (ASIP) secara optimal:

Suhu ( °Celcius)

Lama Waktu

Keterangan

25-374 jamSuhu kamar (seperti Jakarta)
15-258 jamSuhu kamar (daerah sejuk)
< 1524 jamCooler box / Cooler bag dengan es
2-43-8 hariKulkas (ideal dalam 72 jam)
Freezer2 mingguASI beku, pada kulkas 1 pintu
Freezer -43 bulanASI beku, pada kulkas 2 pintu
Deep Freezer (-18)6-12 bulanASI beku, pada kulkas tipe khusus freezer (ideal dalam 6 bulan)

 

 

 

Tips Penyimpanan ASIP:

  • Gunakan botol kaca atau wadah berbahan plastik dengan kategori food grade dan BPA-free. Beri label yang berisi keterangan kapan ASI diperah.
  • Jangan isi wadah terlalu penuh karena ASIP beku dapat memuai sehingga tutup botol dapat terbuka atau kantong akan rusak/robek.
  • Simpan ASIP pada bagian dalam kulkas, hindari meletakkan pada pintu kulkas karena suhu cenderung tidak stabil (terutama bila sering dibuka-tutup).
  • Simpanlah ASIP pada jumlah sedikit-sedikit atau sesuai dengan jumlah yang biasanya dihabiskan bayi per-kali minum untuk menghindari sisa.

 

Tips Pemberian ASIP:

  • ASIP dapat diberikan pada bayi dalam kondisi dingin ataupun hangat
  • Cara menghangatkan ASIP dapat dengan merendam wadah ASIP pada mangkuk berisi air hangat selama beberapa menit atau mengalirkan air hangat pada wadah ASIP selama beberapa menit. Pastikan wadah ASIP berada dalam kondisi tertutup.
  • Cek suhu ASIP dengan diteteskan pada sisi dalam pergelangan tangan ibu sebelum diberikan pada bayi.
  • ASIP beku yang telah dicairkan dapat disimpan pada kulkas (suhu ± 4°C) selama 24 jam. ASIP yang telah sepenuhnya cair tidak boleh dibekukan kembali.
  • ASIP yang masih tersisa pada saat bayi minum harus dihabiskan dalam waktu 2 jam.

 

 

Sumber:

WHO. Update 40 hours Breastfeeding Counceling Course. 2011

CDC. https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm



June 25, 2019 AcaraArtikelLiputan

 

Dr. dr. Aman B. Pulungan, MD., Ph.D, FAAP, FRCPI (Hon.) is a pediatrc Endocrinolosist in AP & AP Pediatric, Growth, and Diabetes Center .

dr. Aman together with another 5 honorary fellows received Honorary fellowships from Royal College of Physicians of Ireland and Faculty of Paediatrics on the evening of 13 June 2019 as part of this year’s Europaediatrics Congress held at the Convention Centre, Dublin.

 

The Europaediatrics Congress takes place every two years and this flagship event brings together paediatricians and child health professionals from all around the world. This year the Congress is hosted by the Faculty of Paediatrics of the Royal College of Physicians of Ireland with the theme of ‘Prevention and therapeutic innovations in the management of child health’.

RCPI President Professor Mary Horgan paid tribute to the Honorary Fellows, acknowledging their contributions to the fields of paediatric medicine, advocacy and research.

“We are delighted to welcome our new Honorary Fellows this evening, and it is wonderful to have an international audience here at Europaediatrics to celebrate these honours for their immense contribution to child health, to medicine and to research. Europaediatrics has given us a unique opportunity to connect with our friends and colleagues and to learn from the experiences of other countries and work towards new and innovative approaches in child health.”

Professor Mary Horgan

President, Royal College of Physicians of Ireland


tata-laksana-dbd.jpg

January 31, 2019 ArtikelKesehatan Anak

Setelah mengetahui tentang demam berdarah dengue serta tanda bahayanya, Ayah Bunda juga perlu mengetahui bagaimana pertolongan pertama yang dapat diberikan jika buah hati Anda terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berikut pertolongan pertama yang dapat Anda berikan, antara lain :

  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh anak Anda
  • Berikan paracetamol untuk menurunkan demam dan nyeri tubuh
  • Jangan berikan obat-obatan seperti Ibuproven/AINS (obat anti-peradangan non steroid lainnya) karena dapat meningkatkan risiko gangguan lambung dan perdarahan
  • Kompres dengan air hangat

Jika telah melalukan pertolongan pertama tersebut, akan tetapi tidak ada perubahan atau kondisi Anak semakin memburuk. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis


Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.