Betulkah demikian??

Di saat anak pilek, mandi air hangat mungkin dapat memberikan rasa nyaman, lebih-lebih jika hidung sedang tersumbat, karena uap air hangat membantu mencairkan lendir di hidung sehingga lebih mudah dikeluarkan. Tetapi hal tersebut tidak menyembuhkan pileknya.

Mandi air hangat juga dapat menurunkan tekanan darah, maka setelah mandi jangan langsung masuk ke ruangan dingin, karena tekanan darah akan semakin turun dan dapat menyebabkan pusing.

Jika pilek disebabkan oleh virus, maka dalam beberapa hari pilek dapat sembuh sendiri. Jika pilek disebabkan oleh bakteri, maka harus diberi obat yang tepat.



 

Jika kita sedang pilek, lalu membersihkan hidung dan menyentuh benda-benda lain misalnya gagang pintu, trolley supermarket, atau apapun juga, maka benda-benda yang kita pegang dapat terkontaminasi oleh virus atau bakteri dari kita. Penularan juga dapat terjadi melalui udara lewat percikan di saat kita bersin atau bicara. Orang sekitar kita yang sedang memiliki daya tahan tubuh rendah dapat tertular oleh virus atau bakteri dari kita.

Nah, jadi konsumsi es krim dan minuman dingin bukan penyebab pilek.
Oleh karenanya, yuk kita jaga kebersihan diri, terutama kebersihan tangan kita.



Diselenggarakan di Rumah Edukasi IKADAR pada tanggal 19 Okt 2019.

 

 


Disampaikan oleh dr. Ghaisani Fadiana, Sp.A dan dr. Maria Gita Merisa dari Klinik AP&AP Pediatric, Growth and Diabetes Center.

 


Peserta berasal dari kalangan keluarga IKADAR, pasien, tenaga medis, dan mahasiswa S2 yang sedang melakukan penelitian. Mencermati antusiasme yang tinggi dan respon yang positif, diharapkan paparan dapat banyak memberikan manfaat.

 



dr. Wiranty Ramadhani
Konselor Laktasi

 

Dear Bunda,

Para ibu dan pemerhati ASI (Air Susu Ibu) di seluruh belahan dunia baru saja memperingati Pekan ASI Sedunia yang jatuh pada 1-7 Agustus 2019. Momen ini menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya ASI bagi bayi. Sebagaimana yang telah diketahui secara luas, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, dari zaman dahulu hingga sekarang. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, dan dilanjutkan pemberiannya hingga anak berusia 2 tahun.

Bagi para ibu bekerja yang tetap ingin memberikan ASI, tidak usah khawatir atau berkecil hati. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan untuk mendukung pemberian ASI pada ibu bekerja, seperti UU Kesehatan No.39/2009 pasal 128, UU Ketenagakerjaan No. 13/2009 pasal 83, Peraturan Pemerintah No 33/2012 tentang pemberian ASI Eksklusif dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah Air Susu Ibu.

Ibu bekerja dapat memerah ASI selama bekerja untuk dapat diberikan kepada bayi melalui media cangkir atau cupfeeder. Sepulang dari bekerja ibu dapat melanjutkan dengan menyusui bayi secara langsung pada payudara (direct breastfeeding).

Berikut ini merupakan rekomendasi peyimpanan ASI perah (ASIP) secara optimal:

Suhu ( °Celcius)

Lama Waktu

Keterangan

25-374 jamSuhu kamar (seperti Jakarta)
15-258 jamSuhu kamar (daerah sejuk)
< 1524 jamCooler box / Cooler bag dengan es
2-43-8 hariKulkas (ideal dalam 72 jam)
Freezer2 mingguASI beku, pada kulkas 1 pintu
Freezer -43 bulanASI beku, pada kulkas 2 pintu
Deep Freezer (-18)6-12 bulanASI beku, pada kulkas tipe khusus freezer (ideal dalam 6 bulan)

 

 

 

Tips Penyimpanan ASIP:

  • Gunakan botol kaca atau wadah berbahan plastik dengan kategori food grade dan BPA-free. Beri label yang berisi keterangan kapan ASI diperah.
  • Jangan isi wadah terlalu penuh karena ASIP beku dapat memuai sehingga tutup botol dapat terbuka atau kantong akan rusak/robek.
  • Simpan ASIP pada bagian dalam kulkas, hindari meletakkan pada pintu kulkas karena suhu cenderung tidak stabil (terutama bila sering dibuka-tutup).
  • Simpanlah ASIP pada jumlah sedikit-sedikit atau sesuai dengan jumlah yang biasanya dihabiskan bayi per-kali minum untuk menghindari sisa.

 

Tips Pemberian ASIP:

  • ASIP dapat diberikan pada bayi dalam kondisi dingin ataupun hangat
  • Cara menghangatkan ASIP dapat dengan merendam wadah ASIP pada mangkuk berisi air hangat selama beberapa menit atau mengalirkan air hangat pada wadah ASIP selama beberapa menit. Pastikan wadah ASIP berada dalam kondisi tertutup.
  • Cek suhu ASIP dengan diteteskan pada sisi dalam pergelangan tangan ibu sebelum diberikan pada bayi.
  • ASIP beku yang telah dicairkan dapat disimpan pada kulkas (suhu ± 4°C) selama 24 jam. ASIP yang telah sepenuhnya cair tidak boleh dibekukan kembali.
  • ASIP yang masih tersisa pada saat bayi minum harus dihabiskan dalam waktu 2 jam.

 

 

Sumber:

WHO. Update 40 hours Breastfeeding Counceling Course. 2011

CDC. https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm



dokter-aman.v2 (1).jpg

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, Aman Bhakti Pulungan, menambahkan “Obesitas adalah penyakit terkait faktor genetik, lingkungan, pola makan, dan aktivitas.”

Dalam riset yang dilakukan oleh Dr. dr. Aman B Pulungan, SpA (K) tahun 2013, dari 92 orang remaja dengan obesitas di Jakarta, 38% di antara nya ada ciri resisten insulin yang bisa menjadi Diabetes karena pola asuh salah.

Dikutip dari Kompas, 11 April 2019



Jenis DM.jpg

 

WASPADA DIABETES MELITUS

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kondisi gangguan metabolik tubuh dimana gula darah yang beredar di tubuh melebihi normal. Penyakit ini bersifat kronik dan berpotensi menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

dokter-aman.jpg

Diabetes Melitus (DM) lebih dikenal sebagai penyakit yang banyak terjadi pada orang dewasa. Namun, pada kenyataannya DM dapat terjadi pada anak – anak dan kondisi DM dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Berdasarkan data, jumlah anak yang menderita DM pada tahun 1980 sebanyak kurang dari 100 anak.   Jumlah ini terus bertambah hingga tercatat sekitar 1000 anak menderita DM pada tahun 2014. Hal ini terjadi karena lebih terpaparnya awam tentang kondisi DM pada anak.

1.jpg

Pada dasarnya, ada 2 jenis DM yang paling banyak terjadi pada anak – anak, yaitu Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2. Diabetes Tipe 1 terjadi karena sel beta pankreas tubuh yang tidak mampu berfungsi secara baik untuk memproduksi insulin yang bertugas mengatur gula darah dalam tubuh. Oleh karena itu, DM Tipe 1 dikontrol dengan pemberian insulin.

Sedangkan, pada DM Tipe 2, kadar insulin yang diproduksi tubuh normal namun terjadi resistensi insulin. Hal ini biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan kondisi obesitas. Oleh karena itu, pengaturan pola hidup yang sehat dan seimbang dapat membantu mengontrol kondisi DM Tipe 2.


IMG_4902-Copy-1200x1235.jpg

Memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter sebelum pergi berlibur akan memberikan banyak manfaat.

Pertama, Bunda dapat memeriksakan kondisi fisik dan mengetahui kesiapan fisik untuk bepergian. Utarakanlah pada dokter bahwa Bunda dan keluarga akan berlibur, jelaskan rencana kegiatan yang akan dilakukan dan konsultasikan apakah kondisi kesehatan Bunda dan sekeluarga kira-kira akan menjadi masalah atau tidak.

Kedua, setelah mengetahui keadaan kesehatan secara persis, mintalah petunjuk apa yang perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan selama bepergian. Bila perlu minta dokter untuk memberikan resep obat-obatan cadangan yang kiranya dapat berguna bila masalah kesehatan muncul. Minta pula penjelasan mengenai tindakan pertolongan pertama apa saja yang harus dilakukan jika hal itu terjadi.

Ketiga, bila Bunda atau anggota keluarga yang ikut bepergian memiliki penyakit khusus yang cukup serius dan mungkin kambuh, Bunda harus mendiskusikannya dengan dokter. Penyakit yang perlu mendapat perhatian antara lain penyakit asma, epilepsi, alergi yang hebat, darah tinggi, kelainan jantung, gangguan pernapasan kronik, kelainan darah dan sebagainya.

Informasikan pula mengenai lokasi berlibur. Perlu diingat, beberapa daerah memiliki risiko penyakit yang berbeda-beda. Bepergian ke beberapa daerah di Indonesia bagian timur memiliki risiko terkena penyakit malaria. Demikian pula bila bepergian ke luar negeri, khususnya ke benua Afrika dan beberapa wilayah Asia yang masih memiliki beberapa penyakit berbahaya. Konsultasikanlah cara pencegahannya dan bila perlu minta dilakukan vaksinasi khusus jika memang telah ada.

Diskusikan juga tentang informasi alamat dan nomor telepon fasilitas medis yang ada di sekitar lokasi berlibur yang dituju. Bila sang dokter tidak keberatan, minta nomor teleponnya yang bisa dihubungi sewaktu-waktu. Ini akan sangat berguna bila Ayah Bunda perlu berkonsultasi masalah kesehatan yang darurat dan tidak menemukan fasilitas kesehatan disekitar lokasi berlibur

Ke mana sebaiknya memeriksakan diri ?

Idealnya Bunda pergi ke travel clinic, yaitu klinik yang memberikan pelayanan kedokteran wisata (travel medicine). Di klinik ini, Bunda dapat berkonsultasi mengenai segala hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan perjalanan yang direncanakan. Sayangnya, saat ini di Indonesia belum banyak klinik semacam ini, berbeda dari negara maju yah sudah memiliki banyak travel clinic. Sebagai alternatif, Bunda dapat mencari dan berkonsultasi pada dokter yang memiliki kompetensi dalam bidang kedokteran wisata. Jika hal ini juga masih sulit, Bunda juga dapat berkonsultasi dengan dokter keluarga langganan.

Apakah semua rencana bepergian perlu dikonsultasikan?

Jika Bunda hanya pergi 1-2 hari ke daerah yang tidak terlalu jauh, kemungkinan besar tidak perlu berkonsultasi. Lain halnya bila Bunda hendak pergi dalam waktu yang cukup lama dan ke lokasi yang cukup jauh pula, apalagi bila sampai ke negeri orang. Walau bagaimanapun, mencegah lebih mudah dan lebih baik. Lebih baik repot sedikit diawal bepergian daripada rencana liburan menejadi berantakan.

Obat-obatan apa saja yang perlu dipersiapkan ?

Bila si kecil memiliki penyakit khusus atau sedang dalam pengobatan tertentu, Bunda harus meminta kepada dokter untuk meresepkan obat tersebut. Bila perlu, mintalah surat keterangan dari dokter mengenai penyakitnya. Hal ini dapat berguna bila bepergian dengan pesawat atau jika si kecil perlu berkonsultasi dengan dokter di tempat tujuan.

Bila si kecil sehat-sehat saja dan tidak sedang dalam pengobatan tertentu, namun akan bepergian dalam waktu cukup lama, apa yang harus diperhatikan ?

Bawalah perlengkapan kesehatan dan obat-obatan, seperti termometer digital, obat demam, obat antimual-muntah, obat anti alergi, obat anti-diare, serta obat anti-batuk pilek. Bila si kecil memiliki riwayat kejang demam bawalah obat anti-kejang. Hal ini akan sangat membantu untuk pertolongan pertama seandainya si kecil mengalami salah satu gejala diatas.

Bila si kecil sudah menginjak balita bawa juga cairan desinfeksi, kapas, dan plester. Pada usia ini, anak cenderung berlari ke sana kemari untuk mengeksplorasi sekitarnya dan cenderung terjatuh serta mengalami luka pada kulit.

Untuk obat-obatan khusus, perlu dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Misal, Bunda akan bepergian ke daerah yang masih endemis malaria, mintalah dokter untuk meresepkan obat pencegahan terhadap malaria. Tentunya Bunda akan diajari cara penggunaan obat tersebut.

Bagaimana jika anak mengalami sakit berkepanjangan di tempat berlibur ?

Jangan ragu untuk membawanya berkonsultasi dengan dokter di tempat tersebut. Kadang, karena terlalu excited, anak bermain berlebihan sehingga ia tidak sadar bahwa dirinya terlalu capai. Keadaan ini dapat menyebabkan anak menjadi mudah sakit.

Bagaimana cara mempersiapkan mental anak sebelum bepergian ?

Pada anak balita, sebelum pergi, ajak ia ikut membereskan koper dan barang-barang yang akan dibawa. Si kecil akan mengerti dan senang. Terangkan juga mengenai hal-hal yang akan ia alami, misalnya saat bepergian dengan mobil, Bunda dapat menceritakan bahwa anak akan berada di mobil dalam waktu lama, atau saat akan bepergian dengan pesawat, Bunda dapat menceritakan tentang kondisi di pesawat dan bahwa ia tidak boleh berteriak-teriak di dalam pesawat. Hal ini dapat membantu anak untuk mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Barang-barang apa saja yang perlu dibawa ?

Pakaian dan perlengkapan lain yang sesuai dengan tempat tujuan harus dipersiapkan matang-matang. Selain perlengkapan tersebut, ingatlah juga untuk membawa hal-hal berikut ini : mainan anak, lagu anak, snack, bantal travel untuk anak, kantong muntah, permen pedas, minyak kayu putih atau minyak lainnya yang berbau segar, dan car seat bila Bunda bepergian dengan mobil dan membawa bayi atau balita. Pertimbangkan pula untuk membawa stroller bila melakukan perjalanan jauh.

 

Sumber : dr. Marissa Pudjiadi,Sp.A


dr.-Marissa-1200x854.jpg

Apakah benar anak yang sedang menderita penyakit infeksi tidak boleh bersekolah?
Memang benar bersekolah itu penting, namun kesehatan anak jauh lebih penting dibandingkan bersekolah dalam keadaan sakit. Saat sakit tubuh anak sebenarnya sedang berjuang melawan penyakitnya, sehingga sebaiknya anak beristirahat di rumah agar tubuh dapat berjuang secara maksimal melawan penyakit dikarenakan ketahanan tubuh anak masih rentan. Anak yang sedang sakit tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar. Anak yang sedang mengalami penyakit infeksi dapat menularkan penyakitnya ke anak lain sehingga dapat terjadi wabah di sekolah sebab anak-anak belum memiliki sistem daya tahan tubuh yang kuat
Berikut beberapa penyakit menular pada anak beserta penularannya :
Varisela / cacar air
Menular melalui udara atau kontak langsung. Isolasi dilakukan kira-kira sampai 5 hari, sejak kelainan kulit timbul atau sampai vesikel (bintil di kulit) mengering. Vaksina varisela sudah tersedia dan masuk dalam rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Pencegahan
Cegah dengan vaksinasi. Untuk mencegah kemungkinan terkena atau tertular cacar air dapat diberikan vaksinasi. Kalaupun terkena setelah vaksinasi, biasanya tidak sampai parah.

Vaksinasi biasanya diberkan pada usia satu tahun ke atas. Karena pada usia ini bayi sudah tidak lagi memiliki kekebalan tubuh dari ibunya. Daya lindung vaksin ini bisa mancapai 97% dan dapat diulang saat balita berumur 5 tahun.

Hepatitis B dan C
Sumber penularannya adalah cairan tubuh. Tidak perlu melakukan isolasi total pada penderita Hepatitis B dan C, cukup menghindari kontak dengan cairan tubuh. Pencegahan yang paling penting adalah dengan melakukan vaksinasi Hepatitis B, sementara untuk Hepatitis C belum ada vaksinasinya.
Hepatitis A
Sumber penularannya adalah kontaminasi dari kotoran (feses) penderita, yang kemudian masuk ke dalam saluran cerna, jadi tidak perlu isolasi. Yang perlu dilakukan adalah menjaga kebersihan makanan dan minuman.
Campak
Penularan terjadi melalui udara dan isolasi dilakukan sejak timbul rash (kelainan di kulit) sampai 4 hari setelahnya.
Gondongan atau mumps
Penularan terjadi melalui droplet atau cipatran ludah. Isolasi sebaiknya dilakukan 5 hari sejak munculnya gejala pembengkakan kelenjar ludah. Gondongan biasanya diikuti oleh gejala lain seperti demam, lemas, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, dan nyeri otot. Penyakit menular yang biasa terjadi di sekolah ini tidak membutuhkan pengobatan khusus dan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Gondongan dapat dicegah dengan vaksinasi MMR.

Cara Mencegah Terkena Penyakit Menular di Sekolah

Anak-anak lebih rentan tertular karena mereka cenderung melakukan kontak fisik yang dekat satu sama lain dan berbagi barang-barang pribadi dengan teman-temannya. Agar Si Kecil tidak mudah sakit, lakukan pencegahan dan kebiasaan sehat berikut:

  • Ajarkan Si Kecil kebiasaan cuci tangan yang benar
  • Berikan vaksinasi sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh IDAI
  • Ajarkan anak agar tidak berbagi barang pribadi dengan teman-temannya. Jika anak tinggal di asrama, bekali dia dengan barang pribadi yang cukup, seperti seprai, alat makan, dan handuk, agar tidak perlu meminjam pada anak lain.
  • Jaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah, terutama kebersihan makanan dan toilet.

Berikan Si Kecil makanan bergizi seimbang, termasuk sayuran dan buah-buahan. Menu makanan sehat dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah mengalami penyakit menular yang sering terjadi di sekolah. Jika perlu, konsultasikan kondisi kesehatan Si Kecil pada dokter anak

 

 

Sumber : dr. Marissa Pudjiadi, Sp.A

alodokter.com


Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.