Waspada Anak Mengorok (Sleep Apnea)

December 1, 2016
sleepapnea1.jpg

Anak  Mengorok Saat Tidur (Bagian Pertama)

Mengorok dapat merupakan gejala dari penyakit yang serius seperti Sleep Apnea (berhentinya napas pada waktu tidur). Sekitar 3% anak usia 1-9 tahun menderita Sleep Apnea. Apabila anak mengorok saat tidur disertai berhentinya napas, anak kemungkinan menderita Sleep Apnea.

Orang tua harus waspada karena mengorok dapat menyebabkan gangguan kualitas tidur dan hal-hal lain yang dapat mempengaruhi otak dan jantung.

Kebiasaan mengorok pada anak dapat menyebabkan: mengompol waktu tidur, menurunnya prestasi sekolah, mengalami salah diagnosis sebagai anak hiperaktif (Attention Deficit Hyperactive Disorder/ADHD).

Penyebab anak mengorok saat tidur:

  1. Kelainan bentuk anatomis. Misalnya terlahir dengan rahang bawah atau saluran napas kecil,
  2. Otot pernapasan dan saraf pengontrolnya bekerja tidak sempurna,
  3. Sering disebabkan pembesaran amandel (tonsil dan adenoid).

Resiko terjadinya Sleep Apnea pada anak meningkat pada kondisi:

  1. Kegemukan,
  2. Ada anggota keluarga lain dengan sleep apnea,
  3. Anak-anak dengan sindroma down atau gangguan neuro-muskuler,
  4. Sering alergi,
  5. Asma,
  6. Orangtua perokok.

Apakah yang meningkatkan risiko terjadinya Sleep Apnea pada anak? Apa gejala Sleep Apnea pada anak? Dan bagaimana pengobatannya?

Baca kelanjutan artikelnya disini: Gejala dan Pengobatan Sleep Apnea pada Anak

Comments

comments

Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.

×

Pelayanan via WhatsApp didalam jam kerja:
Senin sd Jumat pkl. 10.00 - 17.00 WIB
Sabtu pkl. 10.00 - 12.00 WIB
Minggu dan hari libur tutup.

× klik disini untuk chat