January 22, 2020 Uncategorized

 

Klinik Anak AP&AP Jakarta

 

Dokter Spesialis Anak berwajah manis dan piawai dalam memberikan pemaparan secara detail dan jelas, membuat dr. Ghaisani Fadiana,SpA disukai oleh para pasien ciliknya dan orang tua mereka.

Setelah menyelesaikan pendidikan dokter maupun dokter spesialis anaknya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – RSCM, Ghaisani kemudian meraih fellow dalam bidang endokrinologi anak di Asia Pacific Pediatric Endocrine Society Fellows School di Manila – Filipina. Ketertarikannya akan pengetahuan tentang diabetes pada anak dan remaja, mendorongnya untuk terbang ke Rotterdam – Belanda untuk memperdalam ilmu di International Society of Pediatric and Adolescent Diabetes Science School for Physician.

Keaktifannya mengikuti berbagai pelatihan, seminar, workshop didalam maupun diluar negeri, berimbang dengan keaktifannya berorganisasi. Dr. Ghaisani Fadiana, SpA terdaftar sebagai anggota maupun pengurus di berbagai organisasi medis lokal maupun internasional.

Ilmuwan tetaplah ilmuwan. Ditengah kepadatan kegiatannya, dokter spesialis anak yang cerdas ini tetap memberikan perhatian khusus pada riset dan penulisan publikasi dan buku. Bersama dengan para dokter ahli lainnya, dr. Ghaisani Fadiana, SpA sudah terlibat setidaknya didalam empat penulisan publikasi ilmiah dan riset.


image1.png

March 5, 2019 Uncategorized

Pelanggan yang terhormat,

Terima kasih atas kepercayaan Anda dalam menggunakan layanan kesehatan Klinik Anak AP&AP.
Seluruh manajemen, dokter dan staff AP & AP Pediatric, Growth and Diabetes Center mengucapkan
Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Caka 1941

Salam Hangat, AP & AP Pediatric, Growth and Diabetes Center

Dear valued customers,

Thank you for your trust in using AP & AP Clinic’s health services.
All management, doctors and staff wish you
Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Caka 1941

Warm Regards, AP & AP Pediatric, Growth and Diabetes Center
———————————————-
Klinik tutup hari Kamis, 7 Maret 2019, dan akan buka kembali pada hari Jumat, 8 Maret 2019 jam 09.30 WIB


cara-penularan-flu-1200x1313.jpg

February 27, 2019 Uncategorized

Influenza, yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari familiaOrthomyxoviridae (virus influenza), yang menyerang unggas dan mamalia. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum.[1]

Walaupun sering tertukar dengan penyakit mirip influenza lainnya, terutama selesma, influenza merupakan penyakit yang lebih berat dibandingkan dengan selesma dan disebabkan oleh jenis virus yang berbeda[2] Influenza dapat menimbulkan mual, dan muntah, terutama pada anak-anak,[1] namun gejala tersebut lebih sering terdapat pada penyakit gastroenteritis, yang sama sekali tidak berhubungan, yang juga kadangkala secara tidak tepat disebut sebagai “flu perut.”[3] Flu kadangkala dapat menimbulkan pneumonia viral secara langsung maupun menimbulkan pneumonia bakterial sekunder.[4]

Biasanya, influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau ingus, atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi. Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar infeksi, walaupun jalur penularan mana yang paling berperan dalam penyakin ini belum jelas betul.[5] Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar mataharidisinfektan, dan deterjen.[6][7] Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko infeksi karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.


Hari-Kartini-2.jpg

December 6, 2018 Uncategorized

Kapan seorang anak disebut demam?

normal manusia adalah 36,5 – 37,5°C. Diatas suhu normal anak disebut demam.


Apa saja gejala yang menyertai demam ?

Saat suhu mulai naik, sering kali anak merasa kedinginan dan menggigil. Ini merupakan suatu proses normal. Yang terjadi saat itu adalah peningkatan set point suhu di otak sehingga tubuh merasa kedinginan dan tubuh berusaha menghangatkan kembali dengan cara menggigil. Saat demam, anak seringkali merasa lemas, tidak aktif, gelisah, dan cenderung ingin tidur. Anak yang sedang mengalami demam biasanya tidak memiliki nafsu makan. Jumlah pernapasan juga meningkat sehingga anak terlihat bernapas lebih cepat.


Apa yang dapat terjadi saat anak mengalami demam tinggi ?

Saat demam tinggi, sebagian anak dapat mengalami kejang demam. Namun tidak semua anak mengalaminya. Demam tinggi juga dapat membuat anak mengalami lemas dan dehidrasi karena jumlah asupan yang berkurang disertai penguapan tubuh yang meningkat lebih banyak.


Kapan anak memerlukan obat panas ?

Pada suhu diatas 38°C. Jenis obat panas yang dapat diberikan antara lain parasetamol atau ibuprofen. Dosis pemberian parasetamol adalah 10-15 mg/kg berat badan/kali sedangkan ibuprofen 5-10 mg/kg berat badan/kali, atau sesuai anjuran dokter.Pemberian parasetamol dapat diulang setiap 4 jam bila suhu masih di atas 38°C. Obat dapat diberikan baik sebelum maupun sesudah makan/minum susu. Obat-obat jenis ini tersedia dalam bentuk drop, sirop, tablet, dan suppositoria. Setelah memberikan obat pada anak, tunggulah 30 menit – 1 jam baru kemudian cek ulang suhu anak karena obat memerlukan waktu untuk bekerja menurunkan panas anak. Sementara itu, bantu dengan mengompres anak.


Apa itu obat supposituria ?

Obat suppositoria adalah sediaan obat yang diberikan melalui anus (dubur). Umumnya diberikan bila suhu anak mencapai 39,5°C dan pemberian dan pemberian secara oral sulit dilakukan (misal anak tidur atau muntah). Pemberian obat supposituria memiliki kecepatan menurunkan demam lebih cepat dibandingkan pemberian secara oral. Obat supposituria ada 2 jenis, yang berbentuk seperti peluru dan bentuk cair seperti kemasan.

Bagaimana cara pemberian obat supposituria berbentuk peluru ?

  • Buka tutup kemasan
  • Masukkan ke dalam dubur anak sesuai dosis
  • Tutup dubur anak (dengan merapatkan kedua bokong) dan tahan 1 menit agar obat tidak keluar kembali

Bagaimana cara pemberian obat suppositoria berbentuk cair dalam kemasan ?

  • Buka tutup kemasan 
  • Masukkan ke dalam dubur anak sesuai dosis
  • Pencet badan kemasan agar cairan obat keluar
  • Tarik kemasan dalam posisi kemasan masih terpencet
  • Tutup dubur anak (dengan merapatkan kedua bokong) dan tahan 1 menit agar obat tidak mengalir keluar
  • Lepaskan pencetan pada kemasan dan buang kemasan tersebut

Bagaimana cara menyimpan obat suppositoria ?

Obat-obat suppositoria harus disimpan di dalam lemari es tetapi bukan di dalam freezer.

Bagaimana cara mengompres yang benar ?

  • Rendam kain pembasuh atau handuk dalam air hangat
  • Gunakan kain pembasuh yang masih hangat tersebut untuk mengompres tempat-tempat yang dilalui pembuluh darah besar seperti leher, ketiak, dan selangkangan atau bisa juga dengan membasuh seluruh tubuh anak
  • Bila kain sudah mulai dingin, segeralah angkat dan ganti dengan kain lain yang masih hangat. Jangan biarkan kain pembasuh yang sudah dingin menempel pada tubuh anak
  • Bila sudah selesai, keringkan tubuh anak dan ganti pakaian atau seprei yang basah

Penulis dr. Marissa Pudjiadi, Sp.A


Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.