Mimisan pada Anak

February 2, 2017
02.02.2017.jpg

Setiap mama pasti sangat kenal dengan yang namanya mimisan atau istilah medisnya epistaksis. Mimisan bisa sesuatu yang biasa, namun bisa juga bagian dari penyakit serius.

Mimisan muncul akibat adanya perlukaan pada pembuluh darah di daerah hidung. Hal ini bisa terjadi spontan saat demam tinggi, karena udara yang terlalu panas dan kering, ataupun trauma/terbentur di daerah hidung. Bisa juga juga karena anak mengorek-orek hidung dengan jari sehingga melukai pembuluh darah di hidungnya. Umumnya, mimisan kerap terjadi pada balita karena pembuluh darahnya masih tipis dan peka, selain juga anak di usia ini sangatlah aktif.

Mimisan juga sering terjadi pada anak yang mengalami rhinitis alergika. Pada kondisi ini, anak seringkali terkena pilek akibat alergi sehingga pembuluh darahnya menjadi lebih tipis. Atau, pada sebagian kecil, mimisan dapat merupakan bagian dari penyakit serius.

Yang Harus Dilakukan Saat Anak Mimisan.

  • Jangan panik
  • Posisikan sedemikian rupa agar tetesan darah yang keluar dari hidung jatuh ke luar, ke bawah, dan tidak masuk ke dalam mulut atau saluran napas, misalnya dengan posisi menunduk
  • Tekan daerah tulang hidung anak selama 1-2 menit
  • Kompres daerah luar tulang hidung anak pada sisi yang mengalami mimisan dengan es batu
  • Sisi lubang hidung yang mengalami mimisan boleh disumbat dengan kapas/kasa/tisu
  • Setelah 3-5 menit, periksa apakah mimisan masih berlangsung

Mimisan Seperti Apa Yang Harus Diperiksakan ke Dokter ?

  • Bila mimisan tidak teratasi setelah 15-30 menit meski sudah dilakukan perawatan
  • Bila mimisan terjadi spontan dan berulang
  • Bila mimisan disebabkan trauma pada kepala yang juga disertai gejala lain, seperti gangguan kesadaran atau muntah proyektil (muncrat).

Muntah proyektil adalah muntah yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam kepala, sehingga muntahnya muncrat ke depan dan bisa mencapai 0.5-1 meter.

  • Mimisan yang menyertai demam selama 3 hari atau lebih
  • Mimisan yang terjadi berulang dan disertai adanya lebam-lebam pada bagian kulit lainnya

 

Biasanya mimisan terjadi lebih sering dengan perdarahan lebih banyak dan sulit diatasi. Pada keadaan ini anak perlu diperiksakan ke dokter untuk dicari tahu lebih lanjut penyebabnya. Saat mimisan terkadang sebagian darah tertelan oleh anak. Jangan panik bila setelah mimisan anak muntah sambil mengeluarkan darah atau terdapat darah pada dahak anak. Hal itu kemungkinan besar akibat darah yang tertelan saat mimisan.

 

Sumber : dr. Marissa T.S. Pudjiadi, Sp.A, dkk

Comments

comments

Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.

×

Pelayanan via WhatsApp didalam jam kerja:
Senin sd Jumat pkl. 10.00 - 17.00 WIB
Sabtu pkl. 10.00 - 12.00 WIB
Minggu dan hari libur tutup.

× klik disini untuk chat