ANAK PENDEK: VARIASI NORMAL?

October 1, 2018
02.10.2018.jpg

Tinggi badan merupakan salah satu parameter penting dalam menilai pertumbuhan – bahkan dapat menjadi penanda adanya suatu penyakit pada anak. Akan tetapi, anak dengan perawakan pendek tidak selalu berarti anak tidak sehat. Hal ini dikarenakan tinggi badan seorang anak ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk di antaranya genetik atau keturunan. Pada perawakan pendek akibat faktor keturunan, biasanya kurva pertumbuhan anak berjalan normal mengikuti garis secara linier (walaupun berada di bawah persentil 3), umur tulang normal, serta tidak ditemukan adanya kelainan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan.

Tinggi potensi genetik adalah perkiraan tinggi badan seorang anak saat dewasa yang dihitung berdasarkan tinggi badan kedua orangtua. Seorang anak yang dilahirkan dari orangtua dengan tinggi badan kurang dari 150 cm tentu memiliki tinggi potensi genetik yang lebih pendek dibanding yang dilahirkan dari orangtua dengan tinggi badan lebih dari 170 cm.

Rumus untuk menghitung tinggi potensi genetik seorang anak dapat dilihat di bawah ini:

  • TPG anak laki-laki = ( (TB ibu (cm) + 13 cm) + TB ayah (cm) )/2 ± 8,5 cm
  • TPG anak perempuan = ( (TB ayah (cm) – 13 cm) + TB ibu (cm) )/2 ± 8,5 cm

Selain itu, variasi normal perawakan pendek anak juga dapat dijumpai pada kondisi Constitutional Delay of Growth and Puberty. Anak dengan kondisi ini biasanya ditandai dengan laju pertumbuhan yang lambat dan di bawah persentil 3 saat masa pra-pubertas namun akan mengalami percepatan setelah melewati masa pubertas – sehingga tinggi akhir saat dewasa pada umumnya akan normal. Pada pemeriksaan dapat dijumpai umur tulang cenderung terlambat dibanding usia anak, serta perkembangan organ seksual anak cenderung lebih lambat. Seringkali kita dapat menjumpai riwayat serupa (pubertas terlambat) dalam keluarga – terutama orangtua.

Terkadang kita juga dapat menjumpai keadaan dimana seorang anak memiliki perawakan pendek tanpa dijumpai faktor keturunan orangtua pendek, tidak adanya suatu kelainan/penyakit, serta tidak ada tanda-tanda pubertas terlambat. Hal ini disebut dengan istilah “idiopatik”.

Untuk dapat menentukan apakah perawakan pendek seorang anak termasuk dalam variasi normal atau ternyata merupakan tanda penyakit, tentu sebaiknya orangtua perlu berkonsultasi dengan tenaga medis yang ahli di bidangnya seperti dokter spesialis endokrinologi anak.

 

 

 

Sumber : dr. Wiranty Ramadhani

Comments

comments

Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.

×

Pelayanan via WhatsApp didalam jam kerja:
Senin sd Jumat pkl. 10.00 - 17.00 WIB
Sabtu pkl. 10.00 - 12.00 WIB
Minggu dan hari libur tutup.

× klik disini untuk chat