Gangguan Kesehatan pada Anak Kegemukan

October 14, 2016
anak-kegemukan.jpg

Anak tergolong kegemukan atau overweight? Hati-hati, Ma, banyak ancaman kesehatan yang menghantui anak kegemukan

“Di Indonesia, obesitas sudah digolongkan sebagai penyakit. Karena itu, hal ini tidak boleh dibiarkan, melainkan harus diatasi,” kata dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K) dari AP&AP Pediatric, Growth and Diabetes Center.

Ya, gangguan-gangguan kesehatan yang terkait dengan masalah obesitas biasanya muncul saat anak tumbuh dewasa, tapi gejala-gejala awalnya sudah bisa ditemukan pada usia kanak-kanak.
Para peneliti menemukan, anak dan remaja yang kelebihan berat badan, berisiko menderita hipertensi sekitar 2 kali lebih besar dibanding teman-teman mereka yang berat badannya normal. Nah, anak penderita obesitas sedang memiliki risiko hingga 4 kali lebih besar untuk mengalami hipertensi.

Bagaimana dengan anak yang obesitasnya berat? Ternyata, ia berisiko sampai 10 kali lebih besar terkena hipertensi dibanding mereka yang berbobot normal. “Tekanan darah tinggi pada anak-anak merupakan gangguan kesehatan serius karena bisa berlanjut menjadi penyakit jantung dan penyakit ginjal,” ujar David Cuan, MD, dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Kaiser Permanente Riverside Medical Center, AS. Yang memprihatinkan, menurut dr. Aman, sekitar 35% anak usia sekolah dasar di Jakarta yang mengalami obesitas ternyata sudah menderita hipertensi!

Lalu, ancaman kesehatan lain yang berkaitan erat dengan obesitas adalah diabetes melitus tipe 2, yakni penyakit kronis akibat gangguan metabolisme gula pada tubuh. Risiko akan semakin besar bila di keluarga Anda ada riwayat diabetes tipe 2. “Jika pada anak obesitas ditemukan semacam bercak kehitaman mirip daki di belakang leher, itu sudah merupakan gejala awal diabetes,” dr. Aman menjelaskan.

Sleep apnea dan mendengkur juga sering dialami penderita obesitas. Saat tidur, saluran udara terhambat sampai terjadi henti napas, sehingga secara otomatis anak terjaga sejenak untuk menarik napas. Kalau hal ini terjadi sepanjang malam, kualitas tidurnya pasti terganggu. Si kecil  mengantuk dan sulit konsentrasi pada jam sekolah. Prestasi belajarnya pun menurun.

Apa lagi? “Anak perempuan yang kegemukan juga berisiko mengalami pubertas dini. Payudara mulai tumbuh sebelum usia 8 tahun dan sudah menstruasi sebelum usia 10,5 tahun,” lanjut dr. Aman.

“Anak perempuan yang mengalami pubertas dini memiliki badan yang cenderung lebih pendek dan lebih berisiko terkena osteoporosis di kemudian hari.”

 

Sumber: parenting.co.id

Comments

comments

Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.

×

Pelayanan via WhatsApp didalam jam kerja:
Senin sd Jumat pkl. 10.00 - 17.00 WIB
Sabtu pkl. 10.00 - 12.00 WIB
Minggu dan hari libur tutup.

× klik disini untuk chat