Obesitas Pada Anak

May 14, 2017
bmi.jpg

Obesitas pada anak

 

Overweight dan obesitas, atau yang secara keseluruhan dikenal dengan istilah kegemukantidak hanya dapat terjadi pada dewasa tetapi juga dapat terjadi pada anak dan remaja. Angka kejadian kegemukan pada anak dewasa ini kian meningkat dari 20% sampai 50%. Anak yang mengalami obesitas saat kecil cenderung untuk juga mengalami obesitas saat menginjak dewasa.

 

Tanpa diduga, faktor genetic memainkan peran yang cukup besar yaitu sebesar 80%. Artinya,  bila kedua orang tua memiliki bakat obesitas, maka anak memiliki peluang untuk menjadi obesitas sebesar 80%. Selain itu, gaya hidup dan kebiasaan tertentu juga memainkan peran yang sangat besar terhadap terjadinya obesitas. Kebiasaan tersebut tentunya adalah kebiasaan yang cenderung statis, seperti nonton TV berlebihan, main video games berlebihan, dan kebiasan lain dengan gerakan minimal.

 

Mengapa anak dengan obesitas perlu diperhatikan? Karena obesitas pada anak dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular pada masa yang lebih muda, Diabetes mellitus tipe 2, meningkatkan resiko terjadinya hipertensi, menimbulkan gangguan ortopedi, menyebabkan sleep apnea, penyakit kandung empedu, serta problem psikososial.

 

Bagaimana cara menilai seorang anak mengalami obesitas? Berat badan tinggi atau gemuk saja belum tentu obesitas. Pertama-tama perlu diukur berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) anak, lalu masing-masing di plot ke kurva berat badan terhdadap tinggi badan (BB/TB). Bila kurva BB/TB (dalam hal ini dipakai kurva dari WHO) berada pada standar deviasi diatas 1 berarti anak memiliki resiko terjadinya overweight. Setiap anak yang memiliki kurva BB/TB diatas 1 standar deviasi harus dihitung body mass index-nya(BMI).

 

Cara menghitung BMI adalah Berat badan anak dibagi dengan tinggi badan (dalam satuan meter) dikuadratkan (BB/(TB)2). Hasil BMI tersebut kemudian di plot terhadap usia. Bila kurva BMI terhadap usia (BMI/U) anak berada diatas 2 berarti anak mengalami overweight. Bila kurva BMI/U anak berada diatas 3 standar deviasi berarti anak termasuk obesitas.

Apakah anak anda termasuk dalam overweight atau obesitas?

 

 

Dr. Marissa Pudjiadi, Sp.A

Klinik AP&AP

Comments

comments

Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.

×

Pelayanan via WhatsApp didalam jam kerja:
Senin sd Jumat pkl. 10.00 - 17.00 WIB
Sabtu pkl. 10.00 - 12.00 WIB
Minggu dan hari libur tutup.

× klik disini untuk chat