TIPS PUASA BAGI ANAK DENGAN DIABETES MELITUS DI BULAN RAMADHAN

June 5, 2017
05.06.2017.jpg

Tips Puasa Bagi Anak Dengan Diabetes Melitus Di Bulan Ramadhan

Diabetes tidak menghalangi anak untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Bagi anak-anak ini diperlukan strategi khusus agar kadar gula darah tetap stabil dan terpantau selama berpuasa, sehingga mereka tetap sehat dan terhindar dari komplikasi.

Puasa yang berlangsung 12-13 jam tidak akan mengganggu kesehatan bagi orang sehat maupun penyandang diabetes melitus (DM) tipe 1 yang kadar gula darahnya terkontrol. Namun pada diabetes yang tidak terkontrol, risiko ketoasidosis (salah satu komplikasi akibat kadar gula darah yang tinggi) meningkat. Di samping itu, gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan poliuria (bertambahnya pengeluaran air kemih) yang berujung pada dehidrasi. Oleh karena itu, puasa hanya disarankan bagi penyandang diabetes yang memilih kontrol gula darah yang baik.

Tujuan pengaturan makanan (Diet) yang tepat di bulan ramadhan diantaranya adalah mencegah hipoglikemi / hiperglikemi, menjaga berat badan agar tetap normal dan mencegah dehidrasi sehingga diabetisi dapat beraktifitas seperti biasa. 2 s/d 3 hari sebelum menjelang puasa dapat dijadikan latihan oleh para diabetisi sebagai upaya penyesuaian diri dengan perubahan jadwal dan jumlah makan tidak mengganggu ibadah yang dijalani dalam bulan ramadhan.  Tidak berbeda dengan diet di hari – hari biasa prinsip makan sehat bagi diabetisi adalah mengikuti pola 3 J yaitu tepat jumlah, tepat jadwal dan tepat dalam pemilihan bahan makanan yang akan dikonsumsi. Jumlah makanan yang harus dikonsumsi tetap mengikuti pola menu seimbang dengan kombinasi makanan yang baik.

Saat berpuasa,secara alami akan terjadi penurunan aktivitas fisik dan asupan makanan. Oleh karena itu, jumlah asupan kalori harus disesuaikan dengan jumlah kebutuhan sehari-hari dengan komposisi 60-65% karbohidrat, 15-20% protein, dan 20-25% lemak. Porsi makan yang diberikan sebagai berikut:

  • 50% total kalori saat berbuka. Sebelum shalat maghrib disarankan mengonsumsi makanan ringan/segar, diikuti makanan padat/besar sebaiknya sesudah shalat maghrib
  • 10% dari total kalori diberikan setelah salat tarawih berupa snack
  • 40% dari total kalori diberikan saat sahur.

Penyandang DM tipe 1 dianjurkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur. Hindari pula mengonsumsi makanan secara berlebihan, khususnya gula murni. Selain itu, disarankan juga untuk menjaga asupan cairan lebih kurang 1500-2000ml sehari.

Kebutuhan karbohidrat berkisar 60 – 70 % dari energi total yang dibutuhkan. Asupan karbohidrat dipilih dari sumber karbohidrat dari bahan makanan yang berserat seperti kentang, jagung, beras merah dan kurangi penggunaan roti putih. Bahan pemanis pengganti gula dapat digunakan asalkan dalam jumlah yang aman.

Protein sekitar 10 – 15 % dari total kalori. Jenis protein yang dianjurkan adalah yang berasal dari kacang – kacangan seperti kacang kedelai, tahu, tempe, kacang hijau, kacang merah karena selain kaya protein , juga tinggi serat dan karbohidrat kompleks.

Sementara protein hewani yang dianjurkan adalah ayam tanpa kulit, ikan ( lebih sering ), daging tanpa lemak / telur ayam kampung. Lemak berkisar antara 20 – 25 % dari energi total ( pilih lemak tak jenuh ). kurangi penggunaan santan, mentega, keju, coklat, gajih, krim, mayones, dan minyak goreng.

 

Penulis : Retno Muji Muliany, S.Gz, RD

Comments

comments

Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.

×

Pelayanan via WhatsApp didalam jam kerja:
Senin sd Jumat pkl. 10.00 - 17.00 WIB
Sabtu pkl. 10.00 - 12.00 WIB
Minggu dan hari libur tutup.

× klik disini untuk chat