Pengaturan makanan pada penderita DM tipe-1 bertujuan untuk mencapai kontrol metabolik yang baik tanpa mengabaikan kalori yang dibutuhkan untuk metabolisme basal, pertumbuhan, pubertas, maupun aktivitas sehari hari. Dengan pengaturan makanan ini diharapkan anak tidak menjadi obes dan dapat dicegah timbulnya hipoglikemia.

March 22, 2017
23.03.17.jpg

DIABETES MELITUS PADA ANAK

(Bagian 4)

 

PENGATURAN MAKAN

 

Pengaturan makanan pada penderita DM tipe-1 bertujuan untuk mencapai kontrol metabolik yang baik tanpa mengabaikan kalori yang dibutuhkan untuk metabolisme basal, pertumbuhan, pubertas, maupun aktivitas sehari hari. Dengan pengaturan makanan ini diharapkan anak tidak menjadi obes dan dapat dicegah timbulnya hipoglikemia.

 

Jumlah kalori per hari yang dibutuhkan dihitung berdasarkan berat badan ideal. Penghitungan kalori ini memerlukan data umur, jenis kelamin, tinggi badan dan berat badan saat penghitungan, serta data kecukupan kalori yang dianjurkan.

 

Komposisi kalori yang dianjurkan adalah 50-60% dari karbohidrat, 10-15% berasal dari protein, dan 30% dari lemak. Karbohidrat sangat berpengaruh terhadap kadar glukosa darah, dalam 1-2 jam setelah makan 90% karbohidrat akan menjadi glukosa. Jenis karbohidrat yang dianjurkan ialah yang berserat tinggi dan memiliki indeks glikemik dan glycemic load yang rendah, seperti golongan buah-buahan, sayuran, dan sereal yang akan membantu mencegah lonjakan kadar glukosa darah.

 

Pada setiap kunjungan sebaiknya diberikan penjelasan mengenai pengaturan makan agar dapat disesuaikan dengan umur, aktivitas yang dilakukan, masa pubertas, dan sebagainya. Pola makan dan pemberian insulin saling terkait sehingga pemantauan kadar glukosa darah sangat penting untuk evaluasi pengobatan.

 

OLAHRAGA

 

Olahraga sebaiknya menjadi bagian dari kehidupan setiap orang, baik anak, remaja, maupun, dewasa; baik penderita DM atau bukan. Olahraga dapat membantu menurunkan berat badan, mempertahankan berat badan ideal, dan meningkatkan rasa percaya diri. Untuk penderita DM berolahraga dapat membantu untuk menurunkan kadar gula darah, menimbulkan perasaan ‘sehat’ atau ‘well being’, dan meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, sehingga mengurangi kebutuhan insulin. Pada beberapa penelitian terlihat bahwa olahraga dapat meningkatkan kapasitas kerja jantung dan mengurangi terjadinya komplikasi DM jangka panjang.

 

Bagi penderita DM tipe-1 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Ada beberapa penyesuaian diet, insulin, dan cara monitoring gula darah agar aman berolahraga, antara lain:

 

  1. Sebelum berolah raga

 

  1. Tentukan waktu, lama, jenis, intensitas olahraga. Diskusikan dengan pelatih/guru olah raga dan konsultasikan dengan dokter.
  2. Asupan karbohidrat dalam 1-3 jam sebelum olahraga.
  3. Cek kontrol metabolik, minimal 2 kali sebelum berolahraga.
  4. Kalau Gula Darah (GD) <90 mg/dL dan cenderung turun, tambahkan ekstra karbohidrat.
  5. Kalau GD 90-250 mg/dL, tidak diperlukan ekstra karbohidrat (tergantung lama aktifi tas dan respons individual).
  6. Kalau GD >250 mg/dL dan keton urin/darah (+), tunda olah raga sampai GD normal dengan insulin.
  7. Bila olah raga aerobik, perkirakan energi yang dikeluarkan dan tentukan apakah penyesuaian insulin atau tambahan karbohidrat diperlukan.
  8. Bila olah raga anaerobik atau olah raga saat panas, atau olahraga kompetisi insulin dapat dinaikkan.
  9. Pertimbangkan pemberian cairan untuk menjaga hidrasi (250 mL pada 20 menit sebelum olahraga).

 

  1. Selama berolah raga

 

  1. Monitor GD tiap 30 menit.
  2. Teruskan asupan cairan (250 ml tiap 20-30 menit).
  3. Konsumsi karbohidrat tiap 20-30 menit, bila diperlukan.

 

  1. Setelah berolah raga

 

  1. Monitor GD, termasuk sepanjang malam (terutama bila tidak biasa dengan program olahraga yang sedang dijalani).
  2. Pertimbangkan mengubah terapi insulin.
  3. Pertimbangkan tambahan karbohidrat kerja lambat dalam 1-2 jam setelah olahraga untuk menghindari hipoglikemia awitan lambat. Hipoglikemia awitan lambat dapat terjadi dalam interval 2 x 24 jam setelah latihan.

 

Respons penderita DM tipe-1 terhadap suatu jenis olahraga sangat individual, karena itu acuan di atas merupakan acuan umum.

 

KOMPLIKASI

(bersambung….)

 

Penulis : dr. Meida Tanukusumah, Sp.A

Comments

comments

Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.

×

Pelayanan via WhatsApp didalam jam kerja:
Senin sd Jumat pkl. 10.00 - 17.00 WIB
Sabtu pkl. 10.00 - 12.00 WIB
Minggu dan hari libur tutup.

× klik disini untuk chat