Mikropenis adalah penis dengan bentuk normal tetapi berukuran kecil tanpa disertai kelainan lainnya.

 

Penis anak laki-laki saat lahir berukuran panjang minimal 2,5 cm. Saat berumur 6 bulan, panjangnya minimal 3cm, dan akan terus bertambah sesuai umur.

Pada anak gemuk, penis berukuran normal akan tampak kecil karena terbenam di dalam lipatan lemak. Semakin gemuk anak, semakin tebal lipatan lemak tersebut sehingga penis akan tampak semakin kecil.

Beberapa penyebab mikropenis diantaranya adalah kelainan susunan saraf pusat (hypogonadotropic hypogonadism), kelainan hormon, insentivitas androgen, kekurangan enzim 5 reduktase, kelainan kromosom sindrom-sindrom tertentu yang berkaitan dengan kelainan bawaan, atau penyebab yang tidak diketahui (idiopatik).

DIAGNOSIS

Pada beberapa kondisi seperti Disorder of Sexual Development (DSD) atau mikropenis dengan komplikasi (misalnya tidak ada testis, hipospadia atau ukuran penis sangat kecil), kemungkinan perlu dilakukan analisis kromosom, pemeriksaan MRI, laparoskopi, USG, dan genitogram.

KOMPLIKASI

Anak dengan mikropenis tidak saja mengalami komplikasi medis tetapi juga komplikasi psikologis. Komplikasi medis bisa berupa masalah hormon, atau efek dari pengobatan hormon yang berlebihan (apabila diobati oleh yang tidak kompeten). Sedangkan komplikasi psikologis bervariasi, dari yang paling ringan, yaitu gangguan male sexual role, sampai berlanjut ke masa dewasa seperti penolakan untuk hubungan sexual.

 

APA YANG PERLU ORANG TUA LAKUKAN?

Walaupun mikropenis merupakan masalah yang sering dijumpai pada anak, namun penting agar terdiagnosis sedini mungkin, karena pengobatan akan efektif bila diberikan sebelum masa pubertas berakhir (biasanya dilihat dari umur tulang atau ukuran testisnya). Lebih baik lagi jika pengobatan diberikan ketika usia anak kurang dari 6 bulan.

Jika tidak disertai kelainan bawaan lain, terapinya sangat sederhana, yaitu dengan penyuntikan hormon testosteron setiap 3-4 minggu sebanyak empat kali. Dengan dosis yang tepat, penis akan bertambah ukurannya. Jika pengobatan tidak berhasil, perlu dicari apa penyebabnya.

Ada satu jenis mikropenis yang disertai kelainan bentuk yaitu hipospadia, disebabkan anak kekurangan enzim reduktase. Setelah melalui pembuktian uji hormonal yang lengkap dan spesifik, kondisi ini dapat diobati dengan salep dehidrotestosteron.

Orang tua biasanya hanya mengeluhkan ukuran panjang penis, padahal yang juga penting diperhatikan adalah diameter serta bentuk penis normal atau tidak.

Terapi mikropenis harus dilakukan oleh dokter spesialis anak konsultan endokrinologi. Terapinya pun relatif mudah dan tidak mahal.


Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2019. Website oleh Equitiga.

×

Pelayanan via WhatsApp didalam jam kerja:
Senin sd Jumat pkl. 10.00 - 17.00 WIB
Sabtu pkl. 10.00 - 12.00 WIB
Minggu dan hari libur tutup.

× klik disini untuk chat