22.06.2017.jpg

June 22, 2017 Kesehatan Anak

Hal yang perlu dilakukan bagi Anak Diabetes untuk tetap sehat selama menikmati hidangan Lebaran.

  1. Memilih Menu Makanan

Hati- hati akan adanya banyak godaan makanan dengan lemak jenuh seperti, kuah gulai, rendang, dan opor, maupun makanan dan minuman manis. Makanan dengan karbohidrat kompleks seperti oat, sereal, sayuran, buah-buahan dan kacang polong adalah pilihan terbaik. Perhatikan pula kandungan gula yang terdapat di dalam makanan maupun minuman. Menurut WHO, asupan gula dalam sehari sebaiknya hanya sekitar 25 gram atau kira-kira sebanyak 2 sendok makan.

Sesekali, boleh mencicipinya, tetapi senantiasa perhatikan porsinya, karena diabetesi memiliki kecenderungan kadar kolesterol dan trigliserida yang mudah meningkat. Tidak ketinggalan, batasilah asupan karbohidrat, setidaknya 50 persen dari kebutuhan energi total. Misalnya kebutuhan energi harian 2.000 kkal, maka jumlah karbohidrat maksimal 275 gram (1.100 kkal). Hal terpenting bagi diabetesi adalah menjaga porsi makan yang sedikit namun dengan frekuensi yang sering.

  1. Modifikasi Makanan 

Ingin mencicipi kue atau minuman manis? Gantilah pemanis makanan dengan memilih pemanis rendah kalori ataupun non-kalori. Ingat ya, cicip bukan berarti bisa mengkonsumsinya dalam jumlah berlebihan. Selesai mencicipinya, ganti minuman manis dengan air putih atau teh tawar. Di samping itu, air putih juga dapat memberi rasa kenyang lebih lama. Sementara alternatif untuk konsumsi kue kering dan es buah, pilihlah buah potong yang segar. Kandungan air dan serat dari buah tentu lebih menyehatkan bagi diabetesi.

  1. Memeriksa Gula Darah secara Mandiri

Pemeriksaan gula darah secara mandiri akan memantau secara berkala kadar gula darah. Bagi diabetesi, hal ini berlaku layaknya rambu-rambu yang menjadi tindakan pencegahan saat tergoda dengan berbagai jenis makanan. Pemeriksaan ini juga membantu dokter dalam menyesuaikan obat berserta dosisnya. Idealnya tes mandiri dilakukan dua kali sehari. Sebagai contoh, hari Senin (sebelum makan pagi dan 2 jam setelahnya), Selasa (sebelum makan siang dan 2 jam setelahnya), Rabu (sebelum makan malam dan 2 jam setelahnya), dst. Namun, perlu diingat bahwa jadwal pemeriksaan harus disesuaikan dengan kondisi diabetesi dan anjuran dokter yang merawatnya.

  1. Berolahraga  

Olah raga secara teratur dengan rentang waktu minimal 30 menit setiap hari dapat membantu tubuh lebih sehat. Jalan cepat atau jalan kaki menjadi alternatif yang dapat dipilih. Olahraga bertujuan untuk membakar kalori dan untuk mencegah penimbunan kelebihan energi dalam bentuk lemak di dalam tubuh diabetesi. Ajaklah keluarga atau sahabat untuk melakukan jalan santai bersama setelah perayaan lebaran dan silaturahmi selesai, sehingga olah raga dapat menjadi lebih menyenangkan.

Berikut beberapa tips yang bisa dipakai sebelum menikmati hidangan lebaran dengan aman :

  • Ketika ingin menyantap ketupat, sebaiknya konsumsi dalam porsi kecil ,maksimal seperempat piring dan ambil lauk pauk seperti opor, gulai atau rendang dengan porsi tidak lebih dari seperempat piring.
  • Seimbangkan dengan porsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang dua kali lipat lauk pauk / setengah piring
  • Konsumsi air putih lebih banyak dari minuman yang mengandung gula seperti softdrink atau sirup
  • Tetap lakukan olah raga atau banyak bergerak untuk membakar kalori.
  • Kenali hidangan lebaran anda :
Nama Hidangan Berat

(gr)

Energi

(Kalori)

Protein

(gr)

Lemak

(gr)

Karbohidrat

(gr)

Ketupat 100 160 3.27 2.42 30.36
Opor ayam 100

(2 potong)

163 16.53 8.67 5
Rendang Daging sapi 100 193 19.68 11.07 4
Dendeng Balado 30 123 9.96 7.68 3.3
Mie Bakso 241

(1 Porsi)

388 20.24 16.62 40
Kue Nastar 100

(6 buah)

373 5.69 10.68 63.32
Kue Keju/ Kastangel 100

(6 buah)

274 5.5 12.7 35.5
Kue Putri Salju 100

(7 buah)

472 5.9 23.4 60
Lapis Legit 100

(1 potong sedang)

415 5.11 33.65 25.26
Dodol 60

(3 buah)

235 2.36 3.6 48.86

 

Sekarang silahkan berhitung, jika kita makan 1 ketupat (160 kal) + 1 potong Opor ayam dada dengan kuah santan(81.5 kal) ,dilanjutkan makan kue nastar 3 potong( 186 kal) dan kastengel 3 buah(137 kal) total dikonsumsi sekitar 565 kalori, apa lagi kalau ditambah minuman manis seperti soft drink dalam setiap kaleng sekitar 170 kalori, maka dalam setiap jamuan silaturahmi kita menghabiskan makanan sampai 735 kalori, fantastik !

Selamat merayakan hari kemenangan, selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah!

Penulis : Retno Muji Muliany, S.Gz, RD


15.06.2017.jpg

June 15, 2017 Kesehatan Anak

Panduan Santap Sehat Menu Lebaran Bagi Anak Dengan Diabetes Melitus Tipe 1

Dalam waktu dekat umat Islam akan menyambut hari lebaran, yaitu hari kemenangan bagi mereka yang selama 1 bulan penuh melaksanakan ibadah puasa. Setelah menahan diri terkadang di hari lebaran ketika begitu banyak makanan tersaji membuat terkadang menjadi lupa diri. Jika tidak pandai membatasi makanan yang konsumsi, efeknya kurang baik bagi kesehatan.

Setelah Lebaran, banyak anak dengan diabetes melitus tipe 1 kesulitan mengembalikan pola makannya seperti semula. Berikut tips menu idealnya :

  1. Niat yang kuat. Jangan tergoda teman atau keluarga yang terlalu sering mengajak makan makanan berkalori tinggi.
  2. Pola makan seimbang. Makan sehat terdiri dari:
  • Sumber karbohidrat 50% (nasi beras merah, roti atau kentang),
  • Sumber Protein 20% (lauk hewani & nabati)
  • Sumber Lemak kira-kira 30% (lebih baik kacang-kacangan)
  • Jangan Lupa tambah sayur-sayuran, buah serta sumber vitamin dan mineral.
  1. Makan sering. Makanlah dengan porsi kecil tetapi sering. Jangan makan sekaligus dalam porsi besar. Usahakan makan teratur dengan 3 makanan utama dan 3 kali selingan diantara makan utama.
  2. Terakhir, agar tubuh kembali bugar, seimbangkan dengan olahraga di pagi atau sore hari. Cukup 30 menit saja untuk membakar kalori yang telah masuk kedalam tubuh. Selain itu olahraga juga sangat baik untuk kesehatan jantung dan menjaga berat badan

Sajian berupa ketupat dengan opor, gulai serta rendang hampir menjadi makanan wajib bagi keluarga yang merayakan lebaran. Ditambah menu kue-kue manis, asin nan lezat menjadi hidangan pelengkap. Namun tentu saja makanan tersebut mengandung lemak dan kalori yang tinggi, sehingga jumlah asupannya harus dibatasi untuk membuat Anda tetap sehat.

Simak artikel selanjutnya mengenai hal yang dapat dilakukan untuk tetap sehat selama menikmati lezatnya hidangan Lebaran.

(bagian 2….)

Penulis : Retno Muji Muliany, S.Gz, RD


09.06.17-1.jpg

June 9, 2017 Uncategorized

Beberapa panduan yang perlu dipatuhi diabetisi agar mampu menjalankan puasa tanpa masalah

  1. Segera berbuka puasa setelah adzan magrib.
  2. Makas sahur secukupnya
  3. Tidak makan berlebihan ketika berbuka, mengurangi makan makanan yang manis
  4. Jika mengalami tanda hipiglikemia, hiperglikemi atau kekurangan air, disarankan untuk segera berbuka puasa.
  5. Kurangi minum kopi atau dapat diganti dengan teh yang encer tdk terlalu pekat.

Contoh Menu Puasa Untuk Diabetisi :

Sahur :
– Nasi Aroma
– Pepes Ayam Kemangi
– Sate Tempe
– Sup Sayuran
– Mixed Fruits

Menjelang Imsak : Puding DM
Tajil : Kurma

Buka :
– Nasi Timbel
– Ikan Bakar Ala Bunda
– Bacem Tahu
– Cah Sayuran
– Pepaya Potong

Setelah Tarawih : Snack DM
Menjelang Tidur : Jus Buah DM

Tips :

  1. Konsultasikan dahulu anak Anda ke dokter Endokrinologi Anak untuk memutuskan apakah anak anda boleh puasa atau tidak.
  2. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Endokrinologi anak anda untuk penyesuaian regimen dan dosis insulin, diet, aktivitas fisik serta monitoring selama anak puasa.
  3. Konsultasikan ke Ahli Gizi/ Dietisien berkaitan pengaturan makan selama anak berpuasa
  4. Monitor kadar gula darah lebih sering.
  5. Kenali tanda-tanda komplikasi akut, seperti hipoglikemia ataupun tanda-tanda dehidrasi
  6. Jika terdapat hipoglikemia segera minta anak untuk berbuka puasa.

Penulis : Retno Muji Muliany, S.Gz, RD


05.06.2017.jpg

June 6, 2017 Kesehatan Anak

Tips Puasa Bagi Anak Dengan Diabetes Melitus Di Bulan Ramadhan

Diabetes tidak menghalangi anak untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Bagi anak-anak ini diperlukan strategi khusus agar kadar gula darah tetap stabil dan terpantau selama berpuasa, sehingga mereka tetap sehat dan terhindar dari komplikasi.

Puasa yang berlangsung 12-13 jam tidak akan mengganggu kesehatan bagi orang sehat maupun penyandang diabetes melitus (DM) tipe 1 yang kadar gula darahnya terkontrol. Namun pada diabetes yang tidak terkontrol, risiko ketoasidosis (salah satu komplikasi akibat kadar gula darah yang tinggi) meningkat. Di samping itu, gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan poliuria (bertambahnya pengeluaran air kemih) yang berujung pada dehidrasi. Oleh karena itu, puasa hanya disarankan bagi penyandang diabetes yang memilih kontrol gula darah yang baik.

Tujuan pengaturan makanan (Diet) yang tepat di bulan ramadhan diantaranya adalah mencegah hipoglikemi / hiperglikemi, menjaga berat badan agar tetap normal dan mencegah dehidrasi sehingga diabetisi dapat beraktifitas seperti biasa. 2 s/d 3 hari sebelum menjelang puasa dapat dijadikan latihan oleh para diabetisi sebagai upaya penyesuaian diri dengan perubahan jadwal dan jumlah makan tidak mengganggu ibadah yang dijalani dalam bulan ramadhan.  Tidak berbeda dengan diet di hari – hari biasa prinsip makan sehat bagi diabetisi adalah mengikuti pola 3 J yaitu tepat jumlah, tepat jadwal dan tepat dalam pemilihan bahan makanan yang akan dikonsumsi. Jumlah makanan yang harus dikonsumsi tetap mengikuti pola menu seimbang dengan kombinasi makanan yang baik.

Saat berpuasa,secara alami akan terjadi penurunan aktivitas fisik dan asupan makanan. Oleh karena itu, jumlah asupan kalori harus disesuaikan dengan jumlah kebutuhan sehari-hari dengan komposisi 60-65% karbohidrat, 15-20% protein, dan 20-25% lemak. Porsi makan yang diberikan sebagai berikut:

  • 50% total kalori saat berbuka. Sebelum shalat maghrib disarankan mengonsumsi makanan ringan/segar, diikuti makanan padat/besar sebaiknya sesudah shalat maghrib
  • 10% dari total kalori diberikan setelah salat tarawih berupa snack
  • 40% dari total kalori diberikan saat sahur.

Penyandang DM tipe 1 dianjurkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur. Hindari pula mengonsumsi makanan secara berlebihan, khususnya gula murni. Selain itu, disarankan juga untuk menjaga asupan cairan lebih kurang 1500-2000ml sehari.

Kebutuhan karbohidrat berkisar 60 – 70 % dari energi total yang dibutuhkan. Asupan karbohidrat dipilih dari sumber karbohidrat dari bahan makanan yang berserat seperti kentang, jagung, beras merah dan kurangi penggunaan roti putih. Bahan pemanis pengganti gula dapat digunakan asalkan dalam jumlah yang aman.

Protein sekitar 10 – 15 % dari total kalori. Jenis protein yang dianjurkan adalah yang berasal dari kacang – kacangan seperti kacang kedelai, tahu, tempe, kacang hijau, kacang merah karena selain kaya protein , juga tinggi serat dan karbohidrat kompleks.

Sementara protein hewani yang dianjurkan adalah ayam tanpa kulit, ikan ( lebih sering ), daging tanpa lemak / telur ayam kampung. Lemak berkisar antara 20 – 25 % dari energi total ( pilih lemak tak jenuh ). kurangi penggunaan santan, mentega, keju, coklat, gajih, krim, mayones, dan minyak goreng.

 

Penulis : Retno Muji Muliany, S.Gz, RD


Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2021.