WhatsApp-Image-2018-12-03-at-19.17.21.jpeg

October 29, 2018 Kesehatan Anak

 


25.10.2018.jpg

October 25, 2018 Kesehatan Anak

2. Pubertas Tarda

Pubertas Terlambat atau pubertas tarda yaitu tidak muncul sama sekali karakteristik seksual sekunder sebelum usia 13 tahun, menars tidak ada setelah mencapai usia 18 tahun. Penyebabnya karena ada gangguan di daerah hipotalamus, atau adanya penyakit sistemik, kurang gizi, atau gangguan fungsi endokrin yang lain.

Pada anak laki-laki, pubertas terlambat lebih sering terjadi dan didefinisikan sebagai

  • tidak adanya pembesaran testis pada usia 14 tahun
  • waktu lebih dari 5 tahun antara mulai perkembangan genital hingga sempurna

Pada anak perempuan, pubertas terlambat adalah

  • tidak adanya pertumbuhan payudara pada usia 13 tahun
  • waktu lebih dari 5 tahun antara mulai pertumbuhan payudara hingga menstruasi
  • anak belum menstruasi pada usia 16 tahun

Penyebab keterlambatan pubertas dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan status gonadotropin:

1. Keadaan hipergonadotropin ( kegagalan gonad primer )

Kromosomal, kelainan genetik dan sindrom: defek sintesis enzim androgen, sindrom insensitivitas androgen partial dan komplet, sindrom 46.XX, 47.XYY, galaktosemia. Sindrom Klinefelter (47.XXY), campuran 45. X/46, disgenesis XY, sindrom multipel X-Y, sindrom multipel Y, distropia miotonik, sindrom Noonan, disgenesis gonadal 46 XY murni, defisiensi a reduktase, sindrom ovari resisten, sindrom Turner.

Akuisita: autoimun, kemoterapi, infeksi (coxsackie, mumps), pembedahan, torsi, traumatik.

2. Keadaan hipogonadotropin (hipothalamus-hipofise).

  • Defisiensi gonadotropin kongenital

Defisiensi gonadotropin kongenital berhubungan dengan kelainan-kelainan dari serebral, hipotalamus atau terganggunya fungsi hipofise atau kelainan yang terisolasi. Kelainan kongenital dari formasi hipotalamus-hipofise berupa kelainan-kelainan midline. Terganggunya fungsi hipotalamus secara congenital berhubungan dengan disfungsi neuroendokrin, diantaranya sindrom Prader-Willi dan sindrom Laurence-Moon-Biedl. Defisiensi gonadotropin juga berhubugan dengan anosmia pada sindrom Kallmann.

  • Defisiensi hormon tropik yang multiple
  • Anak-anak dengan defisiensi hormon tropik yang multiple biasanya terjadi keterlambatan pertumbuhan disertai hormon infantil. Hal ini dikarenakan defisiensi hormon pertumbuhan (growth hormon/ GH) atau thyroid stimulating hormon (TSH) atau keduanya. Keadaan ini akan mempengaruhi keterlambatan pubertas. Hipopituitarisme biasanya disebabkan oleh defek hipotalamus yang idiopatik, termasuk tumor atau lesi struktur pada midline.
  • Defesiensi hormon pertumbuhan (GH) yang isolated

Penderita dengan defisiensi GH-isolated akan diikuti dengan pubertas terlambat, disamping itu terjadi gangguan sekresi dari tirotropin, adrenocorticotropic hormon (ACTH) dan gonadotropin. Kebanyakan pasien mengalami penyakit idiopatik dan kelihatan sebagai remaja dengan gagal pertumbuhan. Defisiensi GH-isolated yang idiopatik kebanyakan dari tipe hipopituarisme selama remaja dan kejadiannya 1:4000 kelahiran. Beberapa penderita dengan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan karena adanya gangguan sekresi GH

  • Defisiensi gonadotropin isolated

Defisiensi gonadotropin tanpa disertai gangguan hormon lain pada hipofise anterior kebanyakan merupakan kelainan genetik. Seperti defek pada bulbus olfaktorius (sindrom Kallmann). Defisiensi dari gonadotropin bervariasi dalam bentuk klasik, rendahnya kadar FSH dan LH dan tidak adanya tanda maturasi hormon.

  • Beberapa sindrom yang berhubungan dengan hypogonadotropin hypogonadism

Sindrom Prader Willi : terjadi secara sporadik dan berhubungan hipotonia fetal dan infantil, perawakan pendek, obesitas masif, wajah yang khas dengan mata berbentuk almond-shape, tangan dan kaki kecil, retardasi mental, dan emosi yang tidak stabil, menarche yang lambat pada perempuan, mikropenis dan kriptorkismus pada pria. sering terjadi osteoporosis pada pasien ini selama usia remaja, tapi terapi penggantian dengan hormon steroid dengan indikasi dapat membantu.

Sindrom Laurence-Moon-Biedl : Kondisi autosomal resesif ini memiliki karakteristik seperti: obesitas, perawakan pendek, retardasi mental, dan retinitis pigmentosa.

Sindroma Kallmann : Merupakan bentuk defisiensi isolated gonadotropinyang paling sering dijumpai. Defisiensi gonadotropin pada pasien ini berhubungan dengan hipoplasi atau agenesis dari bulbus olfaktorius sehingga terjadi hiposmia atau anosmia. Terjadi defisiensi GnRH, kriptorkismus, mikrophalus serta kelainan midline yang lain. Kejadiannya 1:7500 laki-laki atau 1:50.000 perempuan, secara sporadik, X-linked autosomal dominan atau resesif.

Keadaan sistemik yang sering dijumpai oleh pubertas terlambat adalah, seperti gagal ginjal, hipotiroid, anoreksia nervosa, penyakit radang usus dan penyakit celiac, infeksi berulang dan penyakit neoplasma, penyakit psikosomatik yang serius.

 

Keterlambatan atau penundaan fungsi

  • Constitutional delay of growt and puberty
  • Penyakit kronik [kardia, hematologik (penyakit sikle cell)] keganasan, pulmonal (cystic fibrosis, ginjal)
  • Penyalahgunaan obat
  • Pengeluaran energi yang berlebihan pada latihan
  • Obesitas eksogen
  • Endokrinopati: diabetes melitus, defisiensi growth hormon, kelebihan glukokortikoid, hiperproklatinemia, hipotirodisme
  • Malnutrisi
  • Kelainan psikiatri (anoreksia nervosa, psikososial)

 

DIAGNOSIS

Diagnosis didasarkan pada:

  • anamnesis: anak belum menstruasi atau belum mengalami mimpi basah
  • hasil pemeriksaan fisik
  • berbagai pemeriksaan laboratorium
  • xray usia tulang
  • dan jika diperlukan, analisis kromosom dan MRI.

 

TERAPI

Tata laksana pubertas terlambat tergantung pada penyebabnya. Untuk remaja yang terlambat secara alami sebenarnya tidak membutuhkan pengobatan. Namun jika remaja tersebut sangat stres akibat tertundanya pubertas maka dokter dapat memberikan terapi hormon seks tambahan untuk memulai proses pubertasnya lebih cepat.

Pengobatan ini lebih sering dilakukan kepada anak laki-laki. Anak laki-laki yang belum menunjukkan tanda pubertas pada usia 14 tahun dapat diberikan testosteron selama 4-6 bulan. Pada dosis rendah testosteron memulai pubertas, menyebabkan perkembangan beberapa ciri maskulin dan tidak mencegah remaja tersebut mencapai tinggi badan optimalnya. Pada anak perempuan, estrogen dosis rendah dapat diberikan dengan pil atau skin patch.

 

Rini Mustika Sari Blogspot

http://www.askfionamd.com


22.10.2018.jpg

October 22, 2018 Artikel

Pubertas adalah tanda dimana seorang anak sudah mulai memasuki masa remaja. Tanda – tanda pubertas dimulai dengan anak mengalami perubahan terutama pada fisiknya. Perubahan fisik pada anak laki – laki dan perempuan tentunya sangat berbeda. Usia pubertas seorang anak sangat berbeda-beda. Sebagian anak laki-laki mengalami pubertas pada usia 9 tahun tetapi ada juga yang baru mengalami pada usia 14 tahun.

Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki.

 

Secara umum gangguan pubertas dibagi menjadi dua yaitu: pubertas prekoks (prematur)  dan  gangguan pubertas tarda (delayed).

  1. Pubertas prekoks adalah timbulnya ciri-ciri seksual sekunder sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki.
  2. Pubertas tarda atau pubertas terlambat adalah tidak ditemukannya ciri-ciri seksual sekunder pada anak perempuan berusia 13 tahun dan anak laki-laki berusia 16 tahun.

 

  1. Pubertas Prekoks (Pubertas Dini Pada Anak)

suatu keadaan dimana masa pubertas anak terjadi lebih awal pada umumnya, yaitu sekitar umur 9-14 tahun pada anak perempuan dan usia 10-17 tahun pada anak laki-laki. Kondisi ini terjadi dipicu oleh otak secara spontan atau dikarenakan pengaruh bahan kimia dari luar tubuh dan biasanya proses ini dimulai diakhir-akhir masa kanak-kanak (kurang dari umur 9 tahun) dengan ditandai munculnya tanda-tanda kematangan organ reproduksi lebih awal dan telah berakhirnya masa pertumbuhan. Pubertas yang lebih awal ini bisa merupakan bagian dari variasi perkembangan normal seseorang, namun bisa pula merupakan penyakit atau paparan hormon pertumbuhan yang tidak normal. Dan penyebabnya masih belum diketahui secara pasti sampai dengan saat ini.

Pubertas Prekoks dominan terjadi pada anak-anak perempuan dibandingkan laki-laki. Hal ini dimungkinkan karena Pubertas Prekoks membawa sifat genetik yang autosomal dominan dan lebih sering akibat paparan hormon estrogen dini pada usia bayi. Untuk anak perempuan sering diakibatkan etiologi yang idiopatik dan sebaliknya pada anak laki-laki secara signifikan terbanyak diakibatkan adanya penyakit pada otak.

Faktor yang dapat meningkatkan kejadian pubertas prekoks meliputi :

  • Jenis kelamin perempuan.
  • Umumnya pada ras Afrika-Amerika.
  • Seseorang yang mengalami Obesitas (Kegemukan).
  • Terpapar hormon seksual (kosmetik ataupun makanan).
  • Sedang mengidap suatu penyakit genetik ataupun gangguan metabolik. Pubertas prekoks banyak ditemui pada pasien dengan sindrom McCune-Albright atau Hiperplasia Adrenal Kongenital, yaitu suatu kondisi perkembangan abnormal dari produksi hormon androgen pada laki-laki. Pada kasus yang jarang, Pubertas Prekoks memiliki hubungan dengan kejadian hipotiroidism.

Gejala klinis yang terjadi pada anak perempuan apabila dialami pada usia kurang dari 9 tahun :

  • Payudara membesar.
  • Tumbuhnya rambut pubis dan rambut tipis pada lengan bawah.
  • Bertambah tinggi dengan cepat.
  • Mulainya menstruasi.
  • Tumbuh jerawat.
  • Munculnya bau badan.

 

Sedangkan pada anak laki-laki, tanda-tanda terjadinya Pubertas Prekoks akan muncul saat umur kurang dari 10 tahun meliputi :

  • Pembesaran testis dan penis.
  • Tumbuhnya rambut pubis, lengan bawah dan wajah.
  • Peningkatan tinggi dengan cepat.
  • Suara memberat
  • Tumbuh jerawat
  • Munculnya bau badan

 

Pubertas dini dikenal memiliki dua jenis perkembangan yang berbeda, yaitu:

  1. Pubertas dini sentral– merupakan jenis pubertas dini yang umum terjadi dan ditandai dengan sekresi hormon gonad oleh kelenjar pituitari di otak yang terlalu cepat, sehingga memicu aktivitas testis dan ovarium untuk memproduksi hormon seks dan menyebabkan proses pubertas terjadi lebih awal.
  2. Pubertas dini perifer– merupakan jenis pubertas dini yang jarang terjadi. Hal ini ditandai dengan produksi hormon seks oleh organ reproduksi namun tanpa aktivitas kelenjar otak. Hal ini merupakan pertanda adanya masalah pada organ reproduksi, kelenjar adrenal, atau kelenjar tiroid yang tidak aktif.

Ketidaksiapan tubuh untuk mengalami pubertas dapat menyebabkan ketidakseimbangan pertumbuhan pada anak, akibatnya pertumbuhan fisik dan mentalnya menjadi tidak optimal. Dampak pubertas dini secara fisik adalah pertumbuhan badan yang cenderung pendek. Anak yang mengalami pubertas dini mungkin mengalami pertambahan tinggi badan yang cepat pada awalnya, namun saat dewasa ia memiliki tinggi badan di bawah normal untuk individu seusianya. Penanganan dini dibutuhkan untuk mengatasi perkembangan tinggi badan pada anak yang mengalami pubertas dini.

Pubertas dini juga akan menyebabkan anak sulit beradaptasi secara emosional dan sosial. Masalah kepercayaan diri atau merasa kebingungan paling sering dialami oleh anak perempuan yang mengalami pubertas dini karena perubahan fisiknya. Selain itu, perubahan perilaku dapat terjadi pada anak laki-laki maupun perempuan akibat perubahan mood, dan cenderung lebih cepat marah. Anak laki-laki dapat cenderung menjadi agresif dan memiliki dorongan seks yang tidak sesuai dengan usianya.

Berbagai kemungkinan penyakit serius merupakan penyebab anak Anda mengalami pubertas dini, dampak perkembangan pada anak juga masih dapat dirasakan saat anak beranjak dewasa. Oleh karena itu, penanganan sedini mungkin diperlukan untuk menangani efek dari pubertas dini pada anak. Jika Anda menemukan berbagai tanda pubertas dini pada anak Anda, segera konsultasikan ke dokter endokrin anak untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

 

 

 

Sumber :

  1. Haslam RHA. Endokrine System. Dalam : Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB, penyunting. Nelson Textbook of Pediatrics. Edisi Internasional ke-17. Philadelphia : Saunders Elsevier Science. 2004 ; p.1926-1935
  2. Diakses : 28 April 2009. Diunduh dari : http://en.wikipedia.org/wiki/precociouspuberty. April 9th 2009.
  3. Klapowitz PB. Medscape Team Of Emedicine. Precocious Puberty. (Diakses : 28 April 2009). Diunduh dari : http://emedicine.medscape.com/article/987886-overview. March 28th 
  4. Mayo Clinic Staff. Mayo Foundation. Precocious Puberty. (Diakses : 28 April 2009). Diunduh dari : http://mayoclinic.com/article/precociouspuberty-definition. Februari 5th 2009

18.10.2018.jpg

October 18, 2018 ArtikelKesehatan Anak

Remaja merupakan periode terakhir dari masa anak-anak. Pada tahap ini seorang anak akan memasuki masa pubertas yang menyebabkan perubahan, baik fisik mau pun mental. Akan tetapi perubahan tersebut berlangsung bertahap.
Pada anak perempuan, pubertas terjadi sejak usia 8 sampai 13 tahun. Sementara anak laki-laki mengalami pubertas sejak usia 9 sampai 14 tahun. Selama pubertas, ukuran dan bentuk badan berubah dari ciri khas anak ke bentuk dewasa.
Selama pubertas, ukuran dan bentuk badan berubah dari ciri khas anak ke bentuk dewasa.

 

Ciri tubuh anak sudah mulai memasuki usia puber

Puber atau pubertas merupakan tanda anak sudah mulai memasuki usia remaja. Pada saat ini, anak mengalami berbagai perubahan, terutama perubahan fisiknya. Perubahan fisik anak laki-laki dan perempuan saat memasuki usia pubertas berbeda, usia mulai pubertas juga berbeda antar keduanya. Biasanya, anak perempuan lebih cepat memasuki usia pubertas dibandingkan dengan laki-laki.

Pubertas pada anak perempuan

Tanda pertama pubertas

Tanda pertama pada anak perempuan pubertas biasanya adalah puting payudara yang mulai muncul. Bagian payudara biasanya menjadi sangat lembut dan mulai membesar setelah beberapa bulan. Selain itu, rambut pada kemaluan juga sudah mulai tumbuh, diikuti dengan pertumbuhan rambut pada ketiak.

Jika anak sudah mengalami pertumbuhan payudara dan pertumbuhan rambut pada kemaluan dan ketiak, tandanya sebentar lagi anak akan mencapai puncak pertumbuhannya dan juga akan mengalami menarche.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Kurang lebih setelah 1-2 tahun tanda-tanda pertama pubertas tersebut muncul, kemudian tubuh anak akan mulai membangun lemak, terutama di dada dan sekitar pinggul dan paha, mengarah seperti perempuan dewasa. Tubuh anak akan mulai membesar, terutama pada lengan, paha, tangan, dan kaki anak. Pada saat ini, berat badan anak perempuan akan bertambah.

Selain tubuh anak yang mulai besar karena terjadi peningkatan lemak dan berat badan, tinggi anak juga bertambah. Ingat, puncak pertumbuhan tinggi badan pada perempuan terjadi sebelum anak perempuan mendapatkan menarche. Oleh karena itu, sebelum anak perempuan mendapatkan menarche, penting bagi Anda untuk selalu mencukupi kebutuhan nutrisinya untuk membantu memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan anak.

Banyak orang berpikir bahwa tanda anak perempuan sudah memasuki usia pubertas adalah pada saat ia sudah mendapatkan menstruasi pertamanya (menarche). Namun, jauh sebelum itu, ketika tubuh anak sudah menunjukkan berbagai perubahan menuju ke bentuk tubuh seperti perempuan dewasa, sebenarnya anak sudah memasuki usia puber.

Menarche biasanya dimulai sekitar 18 bulan sampai 2 tahun setelah anak menunjukkan tanda-tanda pubertas pertamanya. Pada umumnya, anak perempuan mendapatkan menstruasi pertamanya pada usia 13 tahun, tapi ini sangat bervariasi.

 

Pubertas pada anak laki-laki

Berbeda dengan anak perempuan, pubertas pada anak laki-laki biasanya mulai lebih lambat. Pada umumnya, anak laki-laki akan menunjukkan tanda-tanda pubertas pertamanya pada usia 10-16 tahun, usia ini juga sangat bervariasi antar anak.

Tanda pertama pubertas

Pada laki-laki, tanda pertama yang menunjukkan bahwa ia sudah mulai memasuki masa pubertas adalah pembesaran ukuran testis. Umumnya,  hal ini terjadi rata-rata pada usia 11 tahun. Setelah itu, diikuti dengan pembesaran ukuran penis. Berikutnya, rambut keriting pada kemaluan mulai tumbuh, juga pada ketiak anak.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Testis dan penis akan terus membesar sampai mencapai ukuran dewasa. Saat proses ini, anak laki-laki sudah bisa mengalami ereksi dan juga ejakulasi. Ejakulasi pertama kali atau spermarche biasanya menjadi tanda pubertas pada laki-laki yang paling mudah dikenali. Hal ini biasanya terjadi antara usia 12-16 tahun, tapi juga bervariasi antar anak. Ejakulasi ini biasanya ditandai dengan mimpi basah, tapi ereksi sendiri bisa secara spontan terjadi saat anak bangun tidur tanpa alasan yang jelas.

Pada anak laki-laki, puncak pertumbuhan akan terjadi sekitar 2 tahun setelah tanda-tanda pertama pubertas muncul. Pada saat ini, anak laki-laki akan mengalami puncak pertumbuhan tinggi badan dan berat badannya secara bersama-sama. Jika perempuan akan memiliki massa lemak yang lebih besar, maka laki-laki akan memiliki massa otot yang lebih besar. Bentuk dada laki-laki juga akan lebih lebar, mengarah seperti lelaki dewasa.

Beberapa anak mungkin mengalami pembesaran jaringan payudara atau biasa disebut dengan ginekomastia. Namun, jangan khawatir, biasanya hal tersebut akan hilang dalam waktu 6 bulan atau lebih dan ini hal yang normal terjadi.

Kumis atau jenggot mungkin akan tumbuh pada beberapa anak. Selain itu, juga terjadi perubahan pada suara laki-laki menjadi lebih berat. Jerawat juga bisa bermunculan di wajah, ini adalah hal yang umum, tidak hanya pada anak laki-laki tetapi juga pada anak perempuan. Jerawat bisa disebabkan oleh hormon pubertas yang memicu kelenjar di bawah kulit untuk memproduksi minyak/ sebum lebih banyak, sehingga bisa menyumbat pori-pori.

 

 

 

dikutip dari beberapa sumber

02.10.2018.jpg

October 2, 2018 Uncategorized

Tinggi badan merupakan salah satu parameter penting dalam menilai pertumbuhan – bahkan dapat menjadi penanda adanya suatu penyakit pada anak. Akan tetapi, anak dengan perawakan pendek tidak selalu berarti anak tidak sehat. Hal ini dikarenakan tinggi badan seorang anak ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk di antaranya genetik atau keturunan. Pada perawakan pendek akibat faktor keturunan, biasanya kurva pertumbuhan anak berjalan normal mengikuti garis secara linier (walaupun berada di bawah persentil 3), umur tulang normal, serta tidak ditemukan adanya kelainan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan.

Tinggi potensi genetik adalah perkiraan tinggi badan seorang anak saat dewasa yang dihitung berdasarkan tinggi badan kedua orangtua. Seorang anak yang dilahirkan dari orangtua dengan tinggi badan kurang dari 150 cm tentu memiliki tinggi potensi genetik yang lebih pendek dibanding yang dilahirkan dari orangtua dengan tinggi badan lebih dari 170 cm.

Rumus untuk menghitung tinggi potensi genetik seorang anak dapat dilihat di bawah ini:

  • TPG anak laki-laki = ( (TB ibu (cm) + 13 cm) + TB ayah (cm) )/2 ± 8,5 cm
  • TPG anak perempuan = ( (TB ayah (cm) – 13 cm) + TB ibu (cm) )/2 ± 8,5 cm

Selain itu, variasi normal perawakan pendek anak juga dapat dijumpai pada kondisi Constitutional Delay of Growth and Puberty. Anak dengan kondisi ini biasanya ditandai dengan laju pertumbuhan yang lambat dan di bawah persentil 3 saat masa pra-pubertas namun akan mengalami percepatan setelah melewati masa pubertas – sehingga tinggi akhir saat dewasa pada umumnya akan normal. Pada pemeriksaan dapat dijumpai umur tulang cenderung terlambat dibanding usia anak, serta perkembangan organ seksual anak cenderung lebih lambat. Seringkali kita dapat menjumpai riwayat serupa (pubertas terlambat) dalam keluarga – terutama orangtua.

Terkadang kita juga dapat menjumpai keadaan dimana seorang anak memiliki perawakan pendek tanpa dijumpai faktor keturunan orangtua pendek, tidak adanya suatu kelainan/penyakit, serta tidak ada tanda-tanda pubertas terlambat. Hal ini disebut dengan istilah “idiopatik”.

Untuk dapat menentukan apakah perawakan pendek seorang anak termasuk dalam variasi normal atau ternyata merupakan tanda penyakit, tentu sebaiknya orangtua perlu berkonsultasi dengan tenaga medis yang ahli di bidangnya seperti dokter spesialis endokrinologi anak.

 

 

 

Sumber : dr. Wiranty Ramadhani


Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2021.