13.04.2017.jpg

Bagi diabetisi (anak penderita diabetes) yang menggunakan Insulin Basal Bolus, pembagian makan berdasarkan perhitungan rasio karbohidrat dengan Insulin bolus ( Konsultasikan dengan dietisien)

Bahan makanan yang mendukung diet sesuai dengan menu seimbang, dengan komposisi Karbohidrat 50-60 % dari total kalori sehari, protein 10 – 15 % dari energi total sehari, lemak 25 – 30 % dari total energi sehari.  Cholesterol kurang dari 300 mg. Serat diberikan denngan tujuan untuk merawat dan mencegah beberapa gangguan gastrointestinal dan serat larut air membantu menurunkan kadar lipida darah. Bahan makanan yang dihindari : gula, sirup, madu, dan bahan makanan yang mengandung gula murni. Gula untuk bumbu masih boleh diberikan.

Sumber Karbohidrat

Nasi putih, nasi merah, kentang, beras jagung, havermut,  jagung, ubi, singkong, sukun, roti tinggi serat

Sumber Protein Hewani

Ayam tanpa kulit, daging sapi, ikan-ikanan, telur ayam, telur puyuh, telur bebek, udang, cumi-cumi, kerang dll.

Sumber Protein Nabati

Tempe, Tahu, Kacang hijau, kacang kedele, kacang merah, kacang tanah, kacang tolo, oncom, sari kedele

Sayur dan Buah

Oyong, timun, buncis, caisim, kembang kol, tomat, wortel

Pisang, bengkoang, belimbing, jambu biji, manggis pepaya, jeruk, nanas, apel, melon, anggur, dll

Sumber Lemak

Minyak almond, minyak jagung, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, minyak Zaitun, santan

 

CONTOH MENU PASIEN DM 1900 Kalori :

Pagi     :   Nasi                         150 g

Telur dadar               50 g

Lalapan

Minyak                    5 g

Pk. 09.00 :  Pisang goreng   1 potong (60 g)

Jeruk                  1 buah (100 g)

Siang   :   Nasi                         150 g

Ikan pesmol               50 g

Frikadel tahu             50 g

Sayur asem          100 g

Slada buah pepaya.

Pk. 15.00 :  Kroket            1 buah (50 g)).

Pudding sirsak.

Malam :   Nasi                                100 g

Semur daging                50 g

Tempe goreng tepung  25 g

Tumis kangking          100 g

Pisang raja                    50 g

 

Pk. 21.00 :  Susu non fat    25 g

Crackers           2 buah

Tip untuk menghidari DM :

  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Pola makan sesuai menu seimbang
  • Mempertahankan gaya hidup sehat.

 

Penulis : Ibu Retno Muji Muliany, S.Gz


09.03.2017.jpg

March 9, 2017 Kesehatan Anak

Diabetes Melitus pada Anak (Bagian Kedua)

(Lanjutan dari artikel bagian pertama)

DM tipe-1 tidak dapat disembuhkan, tetapi kualitas hidup penderita dapat dipertahankan seoptimal mungkin dengan kontrol metabolik yang baik, yaitu mengusahakan kadar glukosa darah berada dalam batas normal atau mendekati nilai normal, tanpa menyebabkan kadar gula darah terlalu rendah (hipoglikemia). Nilai HbA1c < 7% berarti kontrol metabolik baik; HbA1c < 8% cukup dan HbA1c >8% dianggap buruk.


02.03.17.jpg

March 2, 2017 Kesehatan Anak

Diabetes Melitus pada Anak (Bagian Pertama)

 Pada tahun 2003, secara global diperkirakan terdapat 65.000 kasus baru DM pada anak setiap tahunnya. Masalah utama yang terjadi adalah kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan tentang adanya penyakit DM yang dapat menyerang anak-anak.


tumbuh-pendek.jpg

February 24, 2017 Kesehatan Anak

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah balita tumbuh pendek di dunia pada tahun 2012 mencapai 162 juta dan 56 persen di antaranya ada di wilayah Asia. Di Indonesia, prevalensi balita tumbuh pendek adalah yang tertinggi jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2013, menunjukkan kalau 37,2 persen balita termasuk kategori pendek dan sangat pendek. Sementara di DKI Jakarta, data menunjukkan terdapat sekitar 27,5 persen balita masuk dalam kategori pendek dan sangat pendek.

Artikel Terkait: (Kata Dokter, Begini Tanda Awal Anak Beresiko Tumbuh Pendek)

Ini tentu menjadi fakta yang memprihatinkan karena, menurut spesialis anak, Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), pertumbuhan tinggi dan berat badan adalah salah satu indikator terpenting untuk menilai kesehatan, status nutrisi, dan latar belakang genetik anak.

“Anak bertubuh pendek berisiko tumbuh dewasa dengan tubuh pendek, selain itu perlu diwaspadai kemungkinan adanya gangguan pada perkembangan otak, kemampuan kognitif, dan kemampuan tubuh lainnya,” kata Aman saat peringatan Hari Kesadaran Pertumbuhan Anak Internasional di AP&AP Pediatric Growth and Diabetes Center, Jakarta, Kamis, 15 September 2016.

Namun sayangnya, diagnosis gangguan pertumbuhan ini sering terlambat karena seringnya orangtua dan praktisi kesehatan melewatkan tanda-tanda adanya gangguan pertumbuhan pada anak.

Artikel Terkait: (Anak Bertubuh Pendek Bisakah Diobati?)

Lambatnya pertumbuhan anak kadang tidak perlu dikhawatirkan, tapi perubahan pola pertumbuhan pada anak bisa jadi menandakan adanya masalah lain, mulai dari malnutrisi hingga gangguan kesehatan serius seperti kekurangan hormon pertumbuhan, penyakit ginjal kronis, bahkan kondisi genetik seperti sindrom Turner.

Itulah mengapa melakukan diagnosis dini dan memulai pengobatan yang tepat sedini mungkin penting dilakukan, sehingga orangtua dapat memberikan anak-anak mereka kesempatan terbaik untuk menjalankan hidup sehat dan normal.

Oleh : Lutfi Dwi Puji Astuti, Adinda Permatasari


20.02.17.jpg

February 20, 2017 Kesehatan Anak

Perkembangan Anak Perlu Dipantau, Karena….

Anak merupakan sosok dewasa kecil, pengertian inilah yang umumnya orang banyak ketahui. Pengertian tersebut sama sekali tidak benar. Anak adalah anak sesuai dengan usianya. WHO mengatakan bahwa dikatakan anak dari lahir hingga usia 17 tahun. Ciri khas dari anak adalah bertumbuh dan berkembang, hal ini yang tidak ditemukan lagi pada manusia dewasa.

Artikel Terkait: (Pantau Pertumbuhan Anak Guna Diagnosis Dini Kesehatannya)

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran badan anak, seperti tinggi badan dan berat badan. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan, kepintaran, dan pribadi anak. Dalam hal perkembangan perlu dilakukan pemantauan terhadap kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan personal sosial sesuai dengan usianya.

Pertumbuhan dan perkembangan pada anak memerlukan pemantauan yang baik sesuai dengan usia dan tahapan kehidupannya. Periksakan anak anda secara berkala untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan yang baik, sehingga deteksi dini dapat dilakukan segera apabila ada gangguan.

Penulis : dr. Meida Tanukusumah, Sp.A


09.02.17.jpg

February 9, 2017 Kesehatan Anak

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan bayi alami terbaik, paling sesuai untuk pertumbuhan bayi sehat. ASI mengandung unsur-unsur imunologis dan semua zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu tidak ada susu formula mana pun yang dapat menggantikan keunggulan ASI. Rekomendasi pemberian makanan bayi yang sesuai dengan ‘standar emas’ adalah ASI. ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan, hanya diberikan ASI tanpa memberikan asupan makanan dan minuman lain kepada bayi.


26.01.17.jpg

January 26, 2017 Kesehatan Anak

Penularan Penyakit Menjadi Penyebab Utama Kematian Anak Balita

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sri Suparyati Soenarto, Jumat (20/1), di Jakarta, mengatakan, dari surveilans di delapan provinsi tahun 2009-2015 diketahui, setengah dari anak balita diare yang butuh rawat inap mengalami diare akibat rotavirus.


Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2021.