14.07.17.jpg

July 14, 2017 ArtikelKesehatan Anak

Apakah campak itu?

Campak merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus morbili. Penyakit ini sangat menular melalui percikan ludah (batuk dan bersin). Campak dapat mengenai anak dan dewasa.

Gejala Campak

Campak diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata kemerahan, kadang-kadang diare. Kemudian timbul ruam kulit kemerahan yang dimulai dari belakang telinga dan menyebar keseluruh tubuh. Ruam akan menghilang dalam jangka waktu seminggu sedangkan batuk dapat berlangsung lebih lama. Beberapa anak dapat menderita kejang dan dehidrasi (kekurangan cairan). Komplikasi campak dapat mengenai paru dan jaringan otak.

Apakah campak merupakan penyakit yang berat?

Campak dapat berbahaya, terutama pada bayi dan anak yang lebih muda. Anak memerlukan perawatan apabila terjadi komplikasi terutama radang paru (pneumonia) dan radang otak (ensefalitis). Di seluruh dunia, sekitar 150.000-170.000 anak meninggal karena campak tiap tahunnya terutama terjadi pada anak-anak dengan gizi buruk yang tidak mendapatkan vaksinasi campak.

Sementara untuk vaksin campak sendiri terdiri dari dua jenis yaitu vaksin campak tunggal dan kombinasi (MMR: measles, mumps, rubella)

Mengapa anak harus pendapatkan vaksinasi campak dan kapan harus diberikan?

  • Semua anak harus mendapat vaksin campak pada umur 9 bulan dan diulang pada umur 2 tahun dan pada saat masuk sekolah SD.
  • Sedangkan vaksin kombinasi MMR diberikan pada umur >12 bulan dan diulang saat anak masuk sekolah SD.

Apakah vaksin campak aman?

Vaksin campak adalah vaksin hidup sehingga harus diberikan pada anak sehat. Reaksi samping yang mungkin timbul seperti: demam 1-3 hari pada umumnya tidak tinggi, ruam kulit –akan menghilang sendiri tanpa perawatan. Bila terjadi reaksi yang serius, hubungi tempat pemberian vaksinasi atau rumah sakit terdekat.

Informasi terkait vaksin untuk orang tua selengkapnya dapat mengunjungi website klinikanakapap.com atau dapat menghubungi kami melalui telepon (021)29667797/98, Handphone/Whatsapp: 0857 1566 3038

 

Sumber : Ikatan Dokter Anak Indonesia

 


06.07.2017.jpg

Fakta yang Harus Anda Ketahui tentang Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan momok yang sangat menakutkan bagi kaum wanita. Banyak yang memahami bahwa kanker ini menyerang wanita usia produktif yang aktif secara seksual dengan adanya faktor risiko virus human papilloma (HPV). Namun sesungguhnya, kanker ini muncul setelah hitungan tahun sejak virus HPV tersebut menyerang. Pengobatan bukan menjadi kunci utama, melainkan pencegahan virus HPV yang saat ini sudah diketahui sangat efektif yaitu vaksinasi.

Fakta apa yang saja yang harus diketahui tentang kanker serviks? Pertama, kanker serviks adalah kanker yang menyerang bagian mulut rahim. Sebelum kanker ini muncul, ada proses awal pada mulut rahim yang disebut lesi pre-kanker. Lesi pre-kanker ini selanjutnya berpotensi untuk menjadi kanker serviks.

Fakta kedua, gejala kanker serviks pada stadium awal umumnya tidak bergejala. Wanita umumnya tidak sengaja menemukan adanya potensi kanker serviks atau lesi pre-kanker setelah melakukan pap smear. Pada stadium ini, sangat baik hasilnya bila mendapatkan pengobatan segera. Namun sayangnya, banyak yang menyadari dan baru memeriksakan diri setelah adanya gejala. Gejala yang umum adalah perdarahan dari vagina (diluar siklus menstruasi), nyeri pinggang, atau nyeri pada saat bersenggama. Bila gejala-gejala tersebut dirasakan, kemungkinan besar kanker ini sudah berada tahap lanjut.

Fakta ketiga, terdapat faktor risiko terjadinya kanker serviks. Faktor risiko terbesar adalah virus human papiloma (HPV) yang umumnya didapat pada wanita yang sudah aktif secara seksual. Beberapa faktor risiko lain yang adalah perokok, baik perokok aktif maupun pasif, infeksi HIV, dan penggunaan jangka lama kontrasepsi oral. Namun perlu diketahui, ada sebagian kecil penderita yang justru tidak memiliki faktor-faktor risiko tersebut.

Fakta ke-empat, sudah ada cara pencegahan kanker serviks. Selain menghindari faktor-faktor risiko yang disebutkan tadi, pencegahan penting lainnya adalah dengan vaksinasi. Di Indonesia sendiri vaksinasi HPV ini sudah tersedia dan bisa didapatkan di berbagai pelayanan kesehatan. Vaksinasi HPV ini dilaporkan dapat memberikan efektivitas hingga 90% dalam menurunkan risiko terjadinya kanker serviks. Perlindungan vaksinasi ini mencapai 4-6 tahun  (bahkan ada laporan yang menyebutkan lebih dari 6 tahun) setelah pemberian dan hanya efektif bila diberikan sebelum infeksi HPV terjadi. Oleh karena itu, pemberian vaksinasi ini dimulai pada usia anak. Rekomendasi oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah pemberian vaksinasi HPV mulai umur 10 tahun, sebanyak 2-3 dosis tergantung pada jenis vaksin yang diberikan. Tidak perlu khawatir mengenai efek samping dari vaksinasi HPV. Umumnya reaksi yang muncul adalah ringan, diantaranya nyeri di tempat suntikan, sedangkan reaksi yang jarang namun berat adalah bila didapatkan alergi terhadap salah satu komponen vaksin.**

 

dr. Tartila, Sp.A

Dokter Spesialis Anak – Klinik AP&AP Pediatric, Growth, & Diabetes Center


22.06.2017.jpg

June 22, 2017 Kesehatan Anak

Hal yang perlu dilakukan bagi Anak Diabetes untuk tetap sehat selama menikmati hidangan Lebaran.

  1. Memilih Menu Makanan

Hati- hati akan adanya banyak godaan makanan dengan lemak jenuh seperti, kuah gulai, rendang, dan opor, maupun makanan dan minuman manis. Makanan dengan karbohidrat kompleks seperti oat, sereal, sayuran, buah-buahan dan kacang polong adalah pilihan terbaik. Perhatikan pula kandungan gula yang terdapat di dalam makanan maupun minuman. Menurut WHO, asupan gula dalam sehari sebaiknya hanya sekitar 25 gram atau kira-kira sebanyak 2 sendok makan.

Sesekali, boleh mencicipinya, tetapi senantiasa perhatikan porsinya, karena diabetesi memiliki kecenderungan kadar kolesterol dan trigliserida yang mudah meningkat. Tidak ketinggalan, batasilah asupan karbohidrat, setidaknya 50 persen dari kebutuhan energi total. Misalnya kebutuhan energi harian 2.000 kkal, maka jumlah karbohidrat maksimal 275 gram (1.100 kkal). Hal terpenting bagi diabetesi adalah menjaga porsi makan yang sedikit namun dengan frekuensi yang sering.

  1. Modifikasi Makanan 

Ingin mencicipi kue atau minuman manis? Gantilah pemanis makanan dengan memilih pemanis rendah kalori ataupun non-kalori. Ingat ya, cicip bukan berarti bisa mengkonsumsinya dalam jumlah berlebihan. Selesai mencicipinya, ganti minuman manis dengan air putih atau teh tawar. Di samping itu, air putih juga dapat memberi rasa kenyang lebih lama. Sementara alternatif untuk konsumsi kue kering dan es buah, pilihlah buah potong yang segar. Kandungan air dan serat dari buah tentu lebih menyehatkan bagi diabetesi.

  1. Memeriksa Gula Darah secara Mandiri

Pemeriksaan gula darah secara mandiri akan memantau secara berkala kadar gula darah. Bagi diabetesi, hal ini berlaku layaknya rambu-rambu yang menjadi tindakan pencegahan saat tergoda dengan berbagai jenis makanan. Pemeriksaan ini juga membantu dokter dalam menyesuaikan obat berserta dosisnya. Idealnya tes mandiri dilakukan dua kali sehari. Sebagai contoh, hari Senin (sebelum makan pagi dan 2 jam setelahnya), Selasa (sebelum makan siang dan 2 jam setelahnya), Rabu (sebelum makan malam dan 2 jam setelahnya), dst. Namun, perlu diingat bahwa jadwal pemeriksaan harus disesuaikan dengan kondisi diabetesi dan anjuran dokter yang merawatnya.

  1. Berolahraga  

Olah raga secara teratur dengan rentang waktu minimal 30 menit setiap hari dapat membantu tubuh lebih sehat. Jalan cepat atau jalan kaki menjadi alternatif yang dapat dipilih. Olahraga bertujuan untuk membakar kalori dan untuk mencegah penimbunan kelebihan energi dalam bentuk lemak di dalam tubuh diabetesi. Ajaklah keluarga atau sahabat untuk melakukan jalan santai bersama setelah perayaan lebaran dan silaturahmi selesai, sehingga olah raga dapat menjadi lebih menyenangkan.

Berikut beberapa tips yang bisa dipakai sebelum menikmati hidangan lebaran dengan aman :

  • Ketika ingin menyantap ketupat, sebaiknya konsumsi dalam porsi kecil ,maksimal seperempat piring dan ambil lauk pauk seperti opor, gulai atau rendang dengan porsi tidak lebih dari seperempat piring.
  • Seimbangkan dengan porsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang dua kali lipat lauk pauk / setengah piring
  • Konsumsi air putih lebih banyak dari minuman yang mengandung gula seperti softdrink atau sirup
  • Tetap lakukan olah raga atau banyak bergerak untuk membakar kalori.
  • Kenali hidangan lebaran anda :
Nama Hidangan Berat

(gr)

Energi

(Kalori)

Protein

(gr)

Lemak

(gr)

Karbohidrat

(gr)

Ketupat 100 160 3.27 2.42 30.36
Opor ayam 100

(2 potong)

163 16.53 8.67 5
Rendang Daging sapi 100 193 19.68 11.07 4
Dendeng Balado 30 123 9.96 7.68 3.3
Mie Bakso 241

(1 Porsi)

388 20.24 16.62 40
Kue Nastar 100

(6 buah)

373 5.69 10.68 63.32
Kue Keju/ Kastangel 100

(6 buah)

274 5.5 12.7 35.5
Kue Putri Salju 100

(7 buah)

472 5.9 23.4 60
Lapis Legit 100

(1 potong sedang)

415 5.11 33.65 25.26
Dodol 60

(3 buah)

235 2.36 3.6 48.86

 

Sekarang silahkan berhitung, jika kita makan 1 ketupat (160 kal) + 1 potong Opor ayam dada dengan kuah santan(81.5 kal) ,dilanjutkan makan kue nastar 3 potong( 186 kal) dan kastengel 3 buah(137 kal) total dikonsumsi sekitar 565 kalori, apa lagi kalau ditambah minuman manis seperti soft drink dalam setiap kaleng sekitar 170 kalori, maka dalam setiap jamuan silaturahmi kita menghabiskan makanan sampai 735 kalori, fantastik !

Selamat merayakan hari kemenangan, selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah!

Penulis : Retno Muji Muliany, S.Gz, RD


15.06.2017.jpg

June 15, 2017 Kesehatan Anak

Panduan Santap Sehat Menu Lebaran Bagi Anak Dengan Diabetes Melitus Tipe 1

Dalam waktu dekat umat Islam akan menyambut hari lebaran, yaitu hari kemenangan bagi mereka yang selama 1 bulan penuh melaksanakan ibadah puasa. Setelah menahan diri terkadang di hari lebaran ketika begitu banyak makanan tersaji membuat terkadang menjadi lupa diri. Jika tidak pandai membatasi makanan yang konsumsi, efeknya kurang baik bagi kesehatan.

Setelah Lebaran, banyak anak dengan diabetes melitus tipe 1 kesulitan mengembalikan pola makannya seperti semula. Berikut tips menu idealnya :

  1. Niat yang kuat. Jangan tergoda teman atau keluarga yang terlalu sering mengajak makan makanan berkalori tinggi.
  2. Pola makan seimbang. Makan sehat terdiri dari:
  • Sumber karbohidrat 50% (nasi beras merah, roti atau kentang),
  • Sumber Protein 20% (lauk hewani & nabati)
  • Sumber Lemak kira-kira 30% (lebih baik kacang-kacangan)
  • Jangan Lupa tambah sayur-sayuran, buah serta sumber vitamin dan mineral.
  1. Makan sering. Makanlah dengan porsi kecil tetapi sering. Jangan makan sekaligus dalam porsi besar. Usahakan makan teratur dengan 3 makanan utama dan 3 kali selingan diantara makan utama.
  2. Terakhir, agar tubuh kembali bugar, seimbangkan dengan olahraga di pagi atau sore hari. Cukup 30 menit saja untuk membakar kalori yang telah masuk kedalam tubuh. Selain itu olahraga juga sangat baik untuk kesehatan jantung dan menjaga berat badan

Sajian berupa ketupat dengan opor, gulai serta rendang hampir menjadi makanan wajib bagi keluarga yang merayakan lebaran. Ditambah menu kue-kue manis, asin nan lezat menjadi hidangan pelengkap. Namun tentu saja makanan tersebut mengandung lemak dan kalori yang tinggi, sehingga jumlah asupannya harus dibatasi untuk membuat Anda tetap sehat.

Simak artikel selanjutnya mengenai hal yang dapat dilakukan untuk tetap sehat selama menikmati lezatnya hidangan Lebaran.

(bagian 2….)

Penulis : Retno Muji Muliany, S.Gz, RD


05.06.2017.jpg

June 6, 2017 Kesehatan Anak

Tips Puasa Bagi Anak Dengan Diabetes Melitus Di Bulan Ramadhan

Diabetes tidak menghalangi anak untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Bagi anak-anak ini diperlukan strategi khusus agar kadar gula darah tetap stabil dan terpantau selama berpuasa, sehingga mereka tetap sehat dan terhindar dari komplikasi.

Puasa yang berlangsung 12-13 jam tidak akan mengganggu kesehatan bagi orang sehat maupun penyandang diabetes melitus (DM) tipe 1 yang kadar gula darahnya terkontrol. Namun pada diabetes yang tidak terkontrol, risiko ketoasidosis (salah satu komplikasi akibat kadar gula darah yang tinggi) meningkat. Di samping itu, gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan poliuria (bertambahnya pengeluaran air kemih) yang berujung pada dehidrasi. Oleh karena itu, puasa hanya disarankan bagi penyandang diabetes yang memilih kontrol gula darah yang baik.

Tujuan pengaturan makanan (Diet) yang tepat di bulan ramadhan diantaranya adalah mencegah hipoglikemi / hiperglikemi, menjaga berat badan agar tetap normal dan mencegah dehidrasi sehingga diabetisi dapat beraktifitas seperti biasa. 2 s/d 3 hari sebelum menjelang puasa dapat dijadikan latihan oleh para diabetisi sebagai upaya penyesuaian diri dengan perubahan jadwal dan jumlah makan tidak mengganggu ibadah yang dijalani dalam bulan ramadhan.  Tidak berbeda dengan diet di hari – hari biasa prinsip makan sehat bagi diabetisi adalah mengikuti pola 3 J yaitu tepat jumlah, tepat jadwal dan tepat dalam pemilihan bahan makanan yang akan dikonsumsi. Jumlah makanan yang harus dikonsumsi tetap mengikuti pola menu seimbang dengan kombinasi makanan yang baik.

Saat berpuasa,secara alami akan terjadi penurunan aktivitas fisik dan asupan makanan. Oleh karena itu, jumlah asupan kalori harus disesuaikan dengan jumlah kebutuhan sehari-hari dengan komposisi 60-65% karbohidrat, 15-20% protein, dan 20-25% lemak. Porsi makan yang diberikan sebagai berikut:

  • 50% total kalori saat berbuka. Sebelum shalat maghrib disarankan mengonsumsi makanan ringan/segar, diikuti makanan padat/besar sebaiknya sesudah shalat maghrib
  • 10% dari total kalori diberikan setelah salat tarawih berupa snack
  • 40% dari total kalori diberikan saat sahur.

Penyandang DM tipe 1 dianjurkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur. Hindari pula mengonsumsi makanan secara berlebihan, khususnya gula murni. Selain itu, disarankan juga untuk menjaga asupan cairan lebih kurang 1500-2000ml sehari.

Kebutuhan karbohidrat berkisar 60 – 70 % dari energi total yang dibutuhkan. Asupan karbohidrat dipilih dari sumber karbohidrat dari bahan makanan yang berserat seperti kentang, jagung, beras merah dan kurangi penggunaan roti putih. Bahan pemanis pengganti gula dapat digunakan asalkan dalam jumlah yang aman.

Protein sekitar 10 – 15 % dari total kalori. Jenis protein yang dianjurkan adalah yang berasal dari kacang – kacangan seperti kacang kedelai, tahu, tempe, kacang hijau, kacang merah karena selain kaya protein , juga tinggi serat dan karbohidrat kompleks.

Sementara protein hewani yang dianjurkan adalah ayam tanpa kulit, ikan ( lebih sering ), daging tanpa lemak / telur ayam kampung. Lemak berkisar antara 20 – 25 % dari energi total ( pilih lemak tak jenuh ). kurangi penggunaan santan, mentega, keju, coklat, gajih, krim, mayones, dan minyak goreng.

 

Penulis : Retno Muji Muliany, S.Gz, RD


24.05.17.jpg

May 24, 2017 Kesehatan Anak

MITOS DAN FAKTA MENGENAI OBESITAS

Obesitas adalah akumulasi jaringan lemak dibawah kulit yang berlebihan dan terdapat di seluruh tubuh. Secara klinis obesitas mempunyai tanda dan gejala yang khas, yaitu: wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher relatif pendek, dada mengembung dengan payudara yang membesar mengandung jaringan lemak, perut membuncit, kedua tungkai pada umumnya berbentuk x. Pada anak laki laki penis tampak kecil karena terkubur dalam jaringan lemak supra-pubik, pada anak perempuan indikasi menstruasi dini. Obesitas pada anak akan menyebabkan masalah kesehatan yang timbul di saat dewasa, seperti penyakit jantung , resistensi terhadap insulin sehingga menyebabkan nya rentan terhadap penyakit diabetes, penyakit muskuloskeletal (penyakit otot dan tulang) terutama osteoarhtritis atau penyakit radang sendi yang degeneratif , penyakit kanker, misalnya kanker endometrium, kanker payudara dan  kanker usus besar dan disabilitas
Sejumlah besar orang di seluruh dunia mengalami obesitas. Obesitas tidak hanya membawa penyakit diabetes, tekanan darah dan penyakit jantung, tetapi juga depresi. Orang gemuk sering merasa rendah diri. Mereka sering terlalu sedih dan mereka bahkan merasa bunuh diri.  Beberapa mitos dan fakta mengenai obesitas.

  1. Anak obesitas adalah genetik, jadi tidak ada yang dapat Anda lakukan tentang hal itu

Mitos : Gen seseorang memang berpengaruh terhadap berat badan, mereka hanya satu bagian kecil dari hal tersebut. Meskipun beberapa anak lebih rentan terhadap kenaikan berat badan daripada yang lain, itu tidak berarti mereka ditakdirkan untuk mengalami masalah berat badan. Kebanyakan anak-anak bisa mempertahankan berat badan yang sehat jika mereka makan dengan benar dan olahraga

 

  1. Gemuk Karena Kebanyakan Minuman Bersoda

Mitos : Selain faktor gaya hidup yang paling berperan, pola makan dan minum juga sangat mempengaruhi kondisi kegemukan. Salah satu bentuk minuman yang digemari saat ini adalah soft drink atau minuman ringan. Soft drink merupakan minuman dengan pemanis yang umum ditemui dimana-mana. Salah satu bentuk soft drink yang biasa ditemui adalah minuman bersoda. Sayangnya soft drink memiliki nilai nutrisi yang rendah. Selain itu, soft drink identik dengan makanan cepat saji berkalori tinggi.

 

  1. Gemuk Belum Tentu Jadi Diabetes

Mitos : Dengan kondisi kegemukan, justru  Anda malah menambah risiko mendapatkan diabetes. Ditambah lagi jika Anda tidak merubah dan mengurangi asupan minuman bersoda. Semakin banyak bukti yang mendukung hubungan peningkatan konsumsi soft drink dengan berbagai penyakit kronis seperti diabetes.

 

  1. Tidak baik untuk menurunkan berat badan dengan cepat

Fakta : Berat badan turun drastis perlu diwaspadai karena biasanya yang berkurang bukan massa lemak melainkan air dan massa otot. Selain itu berat badan yang turun terlalu cepat biasanya juga tidak awet. Berat badan bisa kembali naik dalam waktu singkat.

 

  1. Memiliki banyak pantangan dan tujuan akan cepat kurus

    Mitos : Banyak orang menetapkan banyak pantangan dan tujuan untuk menurunkan berat badan. Padahal jika tujuan atau pantangan tersebut gagal terpenuhi membuat mereka frustasi.

 

 

  1. Olahraga di gym dapat mencegah obesitas pada anak-anak

Mitos : Jika orang dewasa banyak menghabiskan waktu di gym agar langsing, maka hal ini tidak bisa diterapkan. Kegiatan outdoor menjadi olahraga yang lebih baik untuk anak-anak bukan kelas gym. Jadi, jika Anda ingin anak Anda untuk menjauh dari obesitas maka biarkan anak untuk melakukan permainan di luar ruangan dengan teman-temannya setiap hari selama setidaknya satu jam daripada mengirimnya ke kelas gym.

 

  1. Sarapan setiap hari bikin kurus

Mitos : Banyak orang berpikir bahwa sarapan dapat memberi dampak magis pada penurunan berat badan mereka, tetapi ini tidak benar. Orang yang tidak sarapan akan merasa sangat lapar saat makan siang, yang kemudian membuat dia untuk menyantap semua makanan agar kenyang.
Mereka yang biasanya tidak sarapan akan mengonsumsi makan siang yang berat. Ini akan menurunkan tingkat metabolisme dan akan membuatnya merasa lesu. Oleh karena itu dalam rangka untuk memiliki diet yang seimbang di sepanjang hari, jangan melewatkan sarapan.

 

Perlu ditekankan bahwa untuk memecahkan masalah kegemukan diperlukan pendekatan multifaktor. Perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas merupakan langkah awal yang baik. Pola makan yang rendah lemak, kaya buah dan sayuran, ditambah pengurangan konsumsi soft drink merupakan kombinasi yang tepat bagi Anda yang ingin mempertahankan berat badan ideal dan mencegah terjadinya kegemukan.

TIPS : POLA HIDUP SEHAT CEGAH KEGEMUKAN

  1.  Konsumsi buah dan sayur ≥ 5 porsi per hari
  2. Membatasi menonton TV, bermain komputer, game/ playstation < 2 jam/hari
  3. Tidak menyediakan TV di kamar anak
  4. Mengurangi makanan dan minuman manis
  5.  Mengurangi makanan berlemak dan gorengan
  6. Kurangi makan diluar
  7.  Biasakan makan pagi dan membawa makanan bekal ke sekolah
  8. Biasakan makan bersama keluarga minimal 1 x sehari
  9. Makanlah makanan sesuai dengan waktunya
  10. Tingkatkan aktivitas fisik minimal 1 jam/hari
  11. Melibatkan keluarga untuk perbaikan gaya hidup untuk pencegahan gizi lebih
  12. Target penurunan BB yang sehat

 

Penulis : Retno Muji Muliany, S.Gz, RD


19.05.17.jpg

Diet ketat seperti pada dewasa tidak disarankan untuk anak dengan obesitas. Anak masih bertumbuh sehingga kebutuhan makannya memang harus dicukupi agar tetap dapat tumbuh optimal dan tidak kekurangan mikronutrien.

Beberapa kebiasaan yang dapat diubah untuk menurunkan atau menahan laju kenaikan berat badan anak dengan obesitas antara lain terapkan pola makan 3 kali makan besar (pagi, siang, malam) dan 2 kali snack. Pola ini cocok untuk anak karena laju pengosongan lambung anak adalah 2-4 jam sehingga anak tidak kelaparan dan tidak craving (makan yang berlebihan karena kelaparan) saat jam makan berikutnya.

 

Berikan buah diawal makan (sebelum anak makan makanan utama). Makan buah diawal makan akan memberikan rasa kenyang sehingga anak tidak makan secara berlebihan. Berikan snack sehat seperti buah atau sayuran selain sehat, buah memiliki kalori yang lebih kecil dibandingkan dengan kue atau biskuit.

 

Cukupi kebutuhan air anak. Anak perlu minum 100ml/kg berat badan dalam 24 jam. Pada saat anak haus, kadang anak berpikir bahwa ia lapar dan malah makan atau mengemil untuk mengatasi rasa ini. Selain itu, cairan merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kerja organ-organ tubuh.

 

Batasi pemberian susu dan jus. Anak diatas 1 (satu) tahun kebutuhan susunya sudah sangat berkurang yaitu 500 – 600ml/ 24 jam. Pemberian susu yang berlebihan dapat menyebabkan anak mengalami obesitas. Pemberian buah sebaiknya dalam bentuk buah potong bukan jus. Karena minum jus tidak mengatasi kebutuhan akan fase oral anak dan anak akan mulai mengemil untuk mengatasi kebutuhan akan fase oral ini.

 

Ganti piring makan anak dengan piring yang lebih kecil dan potonglah makanan menjadi kecil-kecil. Sebisa mungkin berikan makanan berserat tinggi untuk memberikan rasa lebih kenyang pada anak.

 

Selain mengubah pola makan, tingkatkan aktivitas anak dengan memberikan rutinitas olah raga secara teratur. Daftarkan anak ke club olah raga dapat menjadi solusi yang baik, karena dengan ikut club olah raga anak bergerak dengan tujuan dan waktu yang lebih disiplin.

 

Dalam menatalaksana anak dengan obesitas, seluruh keluarga harus ikut memberikan contoh dengan makan makanan yang sehat. Singkirkan semua snack dari meja makan dan lemari makanan anda. Jangan makan diluar aturan makan anak di depan anak agar anak tidak merasa dihukum dan merasa didukung.

 

Bila orang tua bingung dengan jumlah makanan yang baiknya diberikan untuk anak, baiknya berkonsultasi ke dokter anak dan ahli gizi anak.

 

dr. Marissa Pudjiadi, Sp.A

Klinik AP&AP Pediatric, Growth and Diabetes


04.05.17.jpg

Kurang Tidur, Anak Bisa Obesitas dan Sulit Berkonsentrasi di Sekolah

Saat duduk di bangku sekolah dasar (SD) biasanya pola tidur anak mulai sedikit mengalami perubahan mengingat kegiatannya di sekolah makin bertambah. Tak jarang ada anak yang bisa tidur terlalu larut dan justru bangun kesiangan.

Menanggapi hal ini, dr Marissa TS Pudjiadi mengatakan jumlah kebutuhan tidur pada anak usia SD kurang lebih 10-12 jam perhari. Sehingga, kebiasaan tidur perlu dibentuk sesuai dengan ritme yang benar.

“Ritme yang benar yaitu tidur tidak terlalu malam dan bangun pada pagi hari, karena siklus tersebut mengikuti ritme sirkandian pada manusia,” kata dr Marissa.

Dikatakan dr Marissa, waktu tidur yang kurang pada anak bisa berpengaruh pada perkembangan dan risiko obesitas. Sebab kebutuhan tidur yang tidak tercukupi bila berlangsung lama akan menumpuk menjadi hutang tidur.

Nah, utang tidur ini harus ‘dibayar’ untuk memenuhi kebutuhan tidur seorang anak. Bila anak mengalami kekurangan tidur yang kronis, saat waktu produktif misalnya disekolah anak tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, demikian diungkapkan dr Marissa.

“Dari sisi pertumbuhan, anak mengalami pertumbuhan saat anak tidur dalam. Jika anak kekurangan tidur terus menerus secara otomatis pertumbuhannya akan terganggu,” lanjut lulusan Fakultas Kedokteran UI ini.

Tidak tercukupinya waktu tidur bisa membuat anak obesitas karena saat kurang tidur, metabolisme badan manusia akan menurun untuk menjaga keseimbangan dari kekurangan istirahat. Penurunan metabolisme inilah yang bisa mengakibatkan anak obesitas karena kalori yang dibakar menjadi lebih sedikit.

“Selain itu, bergadang akan meningkatkan rasa lapar yang akhirnya meningkatkan asupan kalori dalam sehari,” tutup dr Marissa.

Radian Nyi Sukmasari – detikHealth


27.04.17.jpg

April 27, 2017 ArtikelKesehatan Anak

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan, yang terjadi ketika konsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan tubuh. Obesitas meliputi beberapa faktor seperti genetik, psikis, dan lingkungan seperti perilaku/pola/ gaya hidup, misalnya apa yang dimakan, berapa kali sehari dia makan, serta apa saja aktivitasnya.

Obesitas kini menjadi masalah yang perlu diwaspadai, tidak hanya bagi orang dewasa tapi juga bagi anak dan remaja. Sebab, konsekuensi dari peningkatan berat badan akan berdampak pada hal lain seperti intoleransi glukosa, dan hipertensi. Berdasarkan data dari New England Journal of Medicine tahun 2010: obesitas, intoleransi glukosa, dan hipertensi pada anak akan menyebabkan kematian usia dini di masa mendatang (di bawah 55 tahun).

Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2 di Indonesia tahun 2011 menyebutkan, intoleransi glukosa adalah penyebab yang mendahului timbulnya penyakit diabetes. Intoleransi glukosa diperkenalkan pertama kali pada tahun 2002 oleh Department of Health and Human Services (DHHS), dan The American Diabetes Association (ADA). Setiap tahun, 4-9 persen orang dengan intoleransi glukosa akan menjadi diabetes. Pengidap intoleransi glukosa juga mempunyai risiko timbulnya gangguan kardiovaskular sebesar satu setengah kali lebih tinggi dibanding orang normal.

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas tahun 2010) menunjukkan, sebanyak 19, 6 persen anak di DKI jakarta masuk dalam kategori gemuk (obesitas/kelebihan berat badan). Menurut Dr. Aman B. Pulungan, SpA(K), Ketua 2 Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), angka obesitas pada anak di Indonesia sudah sampai pada angka yang mengerikan.

“Dari riset yang kami lakukan pada 182 anak dengan obesitas usia 12-15 tahun menunjukkan 3,8 persen mengalami intoleransi glukosa, sedangkan 93,9 persen menujukkan acanthois nigricans, suatu pertanda resistensi insulin yang terlihat pada kulit yang berupa kehitaman di bagian tengkuk, ketikak, dan tangan,” ujar Dr. Aman dalam Media Fasting Break ‘Preventing Obesity in Children’ yang digelar Zespri di Jakarta, pertengahan Juli 2013. Sebagai wujud kepedulian, Zespri juga menggelar kampanye ‘Feel The Difference’, kampanye edukatif untuk konsumsi buah dan sayur.

Ia menambahkan, pada riset lain yang dilakukan pada tahun 2012 terhadap 92 anak obesitas usia 12-15 tahun, sebanyak 8,7 persen mengalami intoleransi glukosa, dan 71,7 persen menunjukkan acanthosis nigricans. Hasil riset tersebut menyimpulkan bahwa anak yang obesitas memiliki kecenderungan mengalami resisteni insulin yang mengarah pada diabetes. Dari data registry IDAI juga ditemukan kejadian diabetes tipe 2 pada anak cenderung naik di bulan Juni-Juli dan Desember-Januari, yang merupakan masa liburan panjang bagi anak sekolah.

Untuk itu, orang tua disarankan menjaga asupan nutrisi anak, terutama di masa-masa liburan sekolah. Sebab, obesitas seringkali disebabkan oleh asupan makanan anak yang tidak terkontrol, terutama makanan cepat saji dan tinggi lemak.

Berikut tip dari Dr. Aman yang bisa dilakukan untuk mencegah obesitas pada anak:
1. Konsumsi buah (salah satunya Kiwi) 2 porsi sehari, dan sayur 5 porsi sehari.
2. Jangan duduk lebih dari 2 jam.
3. Lakukan aktivitas fisik minimal satu jam setiap hari.
4. Melakukan olahraga selama 20 menit sebanyak 3 kali seminggu.
5. Batasi konsumsi gula, dan lebih banyak minum air mineral.

Penulis : Tenni Purwanti


21.04.17.jpg

April 21, 2017 Kesehatan Anak

Manfaat Susu Bagi Anak

 Susu merupakan minuman yang mampunyai banyak kandungan vitamin dan gizi. Ketika anak Anda enggan untuk mengkonsumsi makanan bergizi, maka susu bisa menjadi penunjang nutrisinya dan bahkan bisa meningkatkan nafsu makan. Ada beberapa manfaat susu untuk anak yang sangat penting dan sudah seharusnya Anda mengetahuinya.

Bermacam-macam nutrisi

Susu sapi, merupakan makanan yang mempunyai kalori cukup tinggi sehingga mampu menjamin perkembangan tubuh anak. Selain kalori yang melimpah, di dalam susu juga terdapat protein yang ampuh untuk memberikan energy kepada anak sepanjang hari. Kalsium yang ada di dalam susu tentu saja berkontribusi maksimal terhadap perkembangan tulang anak, dan masih ada beragam vitamin seperti vitamin A, dan B kompleks.

Susu juga  mengandung vitamin D yang baik untuk membantu membangun kekuatan tulang

Para peneliti menilai, anak-anak yang terbiasa mengonsumsi susu semenjak dini akan membawa kebiasaan sehatnya sampai usia tua nanti. Orang-orang usia lanjut yang sering mengonsumsi susu sejak dini juga memiliki mobilitas yang lebih baik, seperti adanya keseimbangan dalam tubuh.

The 2010 Dietery Guidline merekomendasikan dua gelas susu untuk balita usia dua sampai tiga tahun, 2 ½ gelas untuk anak-anak usia empat sampai delapan tahun, dan 3 gelas susu setiap hari untuk usia remaja dan dewasa. Konsumsi susu setiap hari saat sarapan adalah kesempatan ideal untuk membantu anak-anak Anda dalam memulai hari.

 

Berikut ini merupakan beberapa manfaat susu bagii anak seperti yang sudah kami rangkum dari beberapa sumber.

Sumber kalsium

Susu menyediakan  hingga 40 persen kandungan kalsium untuk kebutuhan seorang anak setiap hari. Dengan konsumsi susu yang teratur, mereka juga mampu terbebas dari osteoporosis yang mungkin saja menghampiri ketika mereka menua

Sebagai sumber protein

Agar pertumbuhan anak bisa berkembang dengan baik maka anak harus diberikan asupan protein yang cukup. Salah satu sumber protein terbaik bagi anak adalah susu, berikan mereka minum ini secara teratur untuk membantu proses tumbuh-kembang mereka.

Sebagai sumber energi

Seperti yang kita ketahui bahwa anak-anak suka bergerak kesana kemari, hal ini tentu dapat menguras energi mereka saat bermain. Untuk membantu mereka agar tetap aktif dibutuhkan energi cukup. Berikan makanan dan minuman yang menjadi sumber energi untuk mengimbangi aktifitas mereka.

Sumber lemak yang baik

Bukan hanya protein dan kalsium, anak kecil juga membutuhkan lemak untuk mendukung perkembangan tubuh dan otak mereka. Susu termasuk dalam minuman yang bisa kita jadikan sebagai sumber lemak bagi anak.

Baik untuk pertumbuhan gigi

Gigi juga membutuhkan kalsium yang cukup agar tetap sehat dan kuat. Kalsium sangat dibutuhkan anak yang sedang dalam masa tumbuh-kembang.

Kekurangan kalsium dapat membuat tulang dan gigi mereka tidak sekuat anak lainnya. Salah satu sumber kalsium terbaik untuk anak diantaranya susu., berikan mereka susu secara teratur untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian mereka.

Meningkatkan kecerdasan

Satu gelas susu setiap hari mampu memberikan tingkat kecerdasan yang baik, daya memori yang kuat, serta tumbuh kembang sel otak. Sehingga, tidak heran banyak dokter yang menyarankan orang tua untuk memberikan anak mereka satu gelas susu setiap pagi.

Bila Anda hendak mengkonsumsi susu, sebaiknya Anda tidak menggunakan susu kental manis karena susu jenis ini kandungan nutrisinya lebih rendah akibat proses pembuatannya juga banyak mengandung lemak dan gula yang kurang baik untuk tubuh. Konsumsi susu yang dianjurkan adalah 3 porsi setiap hari.

 

Oleh : Retno Muji Muliany, S.Gz, RD.

 

10 Manfaat Susu Untuk Kesehatan Tubuh

http://www.infojajan.com/artikel/manfaat-susu-bagi-anak

Manfaat Susu Bagi Anak


Klinik Anak AP&AP Jakarta © 2021.